Beranda Bisnis Rokok, Makanan dan Minuman Jadi Penyumbang Inflasi di Banten

Rokok, Makanan dan Minuman Jadi Penyumbang Inflasi di Banten

Kepala BPS Provinsi Banten, Faizal Anwar.

SERANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten kembali mengeluarkan hasil survei terkait inflasi yang terjadi di Banten. Dimana, inflasi pada November 2023 sebesar 3,03 persen dan salah satu penyumbangnya adalah kebaikan harga tembakau atau rokok, makanan dan minuman sebesar 6,51 persen.

Kepala BPS Provinsi Banten, Faizal Anwar mengungkapkan, inflasi di Banten terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naukan indeks 11 kelompom pengeluaran.

“Paling tinggi kelompok pengeluaran (penyumbang inflasi) yaitu kelompok makanan, mibuman dan tenbakau sebesar 6,51 persen,” ungkap Faizal, Jumat (1/12/2023).

Selain itu, Faizal menuturkan, perawatan pribadi dan jasa lainnya juga menjadi penyumbang inflasi sebesar 5,05 persen, dan diikuti pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,17 persen; kelompok transportasi sebesar 1,97 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,78 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,48 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,20 persen; kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,88 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,66 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,59 persen.

Secara umum, lanjut Faizal, inflasi year on year (yoy) gabungan tiga kota sebesar 3,03 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,00.

“Inflasi yoy tertinggi terjadi di kota Cilegon sebesar 3,60 persen dengan IHK sebesar 119,30. Berikutnya di Tangerang sebesar 3,09 persen dengan IHK sebesar 114,78. Inflasi terendah terjadi di Serang sebesar 2,23 persen dengan IHK sebesar 119,88,” katanya.

Sedangkan tingkat inflasi month to month (mtm) November 2023 sebesar 0,57 persen dan tingkat inflasi year to date (ytd) November 2023 sebesar 2,57 persen. (Mir/Red)

 

Temukan Berita BantenNews.co.id di Google News