Beranda Bisnis Manggis Asal Pandeglang Diekspor ke Cina

Manggis Asal Pandeglang Diekspor ke Cina

Manggis asal Pandeglang siap ekspor. (Memed/bantennews)

PANDEGLANG – Sebanyak 1,5 ton buah manggis asal Kabupaten Pandeglang diekspor ke  Cina. Manggis tersebut didapat dari perkebunan milik petani di beberapa kecamatan yang ada di Pandeglang.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura  Dinas Pertanian Pandeglang, Nuridawati mengatakan, dalam sehari sebanyak 1,5 ton manggis asal Pandeglang dikirim Cina. Namun jumlah tersebut menurun jika dibandingkan beberapa tahun lalu.

Kata dia, sebelum dua tahun terakhir dalam  sehari biasanya Pandeglang mengirim sebanyak 3 ton sampai 4 ton manggis ke Cina. Sedangkan dalam 2 tahun ini hanya mampu mengirim 1,5 ton saja.

“Kalau di daerah Pandeglang tahun ini karena sudah 2 tahun produksi manggis itu menurun disebabkan cuaca ekstrim sehingga produksi menurun, di Kelompok Tani Barokah itu biasanya 3 ton sampai 4 ton per hari sekarang paling 1,5 ton per hari,” kata Nuridawati saat ditemui di ruangannya, Selasa (8/3/2022).

Nuridawati menjelaskan, Kelompok Tani Barokah asal Desa Mekarsari, Kecamatan Bojong biasanya membeli manggis dari para petani seharga Rp15 ribu per kilogram. Nantinya manggis-manggis tersebut dikumpulkan terlebih dahulu untuk disortir dan dipilih kualitas yang terbaik sebelum diekspor.

“Kelompok Tani Barokah ini pernah langsung ekspor ke Cina, nah untuk tahun sekarang kelompok ini kerjasama dengan PT, jadi untuk ekspor ke Cina itu ikut ke PT tersebut dengan alasan mereka belum mempunyai registrasi kebun tapi tidak menutup kemungkinan kelompok ini diusulkan untuk mendapatkan registrasi tadi karena persyaratan ekspor ke Cina,” jelasnya.

Ia melanjutkan, saat ini pengiriman manggis ke Cina sudah berjalan dari Februari dan bisa sampai April mendatang. Setelah itu, Manggis asal Pandeglang baru bisa diekspor kembali pada Agustus karena sudah kembali bisa dipanen.

Menurutnya, jumlah tanaman manggis di Kabupaten Pandeglang masih cukup banyak sehingga ekspor manggis diprediksi akan berkelanjutan. Oleh sebab itu, dia menambahkan, Dinas Pertanian Pandeglang melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas petani agar hasil panen mereka bisa tetap memenuhi standar ekspor.

“Kemarin ada bimbingan dari provinsi sekolah lapang, dimana kelompok ini bisa meningkatkan kualitas dan mutu hasil produk Manggis tersebut. Nanti diberikan bagaimana cara budidaya yang baik, pengemasan yang benar dan cara menangani penyakit yang ada di buah Manggis tersebut seperti retak-retak dan getah kuning, nah nanti itu diberikan cara bagaimana supaya tidak retak dan bergetah,” tutupnya. (Med/Red)

 

Temukan Berita BantenNews.co.id di Google News