Beranda Kesehatan 816 Warga Cilegon Terjangkit TBC, Citangkil Catat Kasus Tertinggi

816 Warga Cilegon Terjangkit TBC, Citangkil Catat Kasus Tertinggi

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Ratih Purnamasari. (Maulana/BantenNews.co.id)

CILEGON — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon mencatat 816 kasus Tuberculosis (TBC) hingga pertengahan Juni 2026. Tahun ini, Dinkes menargetkan pencarian kasus terhadap 1.739 orang di seluruh wilayah Kota Cilegon.

Kepala Dinkes Kota Cilegon, Ratih Purnamasari, mengatakan pemerintah pusat mendorong daerah untuk memperluas pencarian kasus TBC agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

“Kami diminta pusat untuk terus meningkatkan pencarian kasus sebanyak-banyaknya. Kalau sudah ditemukan, langsung kita obati sampai sembuh,” kata Ratih, Selasa (30/6/2026).

Ratih menjelaskan, angka 816 kasus merupakan akumulasi dari seluruh kecamatan dan kelurahan di Kota Cilegon. Kecamatan Citangkil mencatat jumlah kasus tertinggi dengan 151 penderita.

Tiga kecamatan dengan kasus TBC tertinggi yakni Citangkil sebanyak 151 kasus, Pulomerak 102 kasus, dan Ciwandan 99 kasus.

“Tiga kecamatan dengan kasus tertinggi adalah Citangkil 151, Pulomerak 102, dan Ciwandan 99. Itu data sampai 27 Juni,” ujarnya.

Di tingkat kelurahan, Tamansari mencatat kasus tertinggi dengan 42 penderita, disusul Kelurahan Citangkil 39 penderita dan Rawa Arum 35 penderita.

Sementara itu, tiga kelurahan dengan kasus terendah yakni Grogol 3 kasus, Ramdanuju 4 kasus, dan Cikerai 5 kasus.

Ratih menegaskan, Dinkes Cilegon terus memperkuat langkah pencarian kasus, pengendalian, dan pencegahan penularan TBC. Dinkes juga mendampingi pasien selama masa pengobatan hingga enam bulan.

“Kalau ada warga yang terkena TBC, keluarga terdekat juga harus diperiksa. Satu penderita bisa menularkan hingga 15 orang,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk disiplin menjalankan langkah pencegahan seperti rutin minum obat, memakai masker, menerapkan etika batuk, dan memastikan ventilasi rumah tetap baik.

Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd