Beranda Internasional 8 WNI Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia, Menhan Sjafrie Buka Suara

8 WNI Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia, Menhan Sjafrie Buka Suara

Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin. (Suara.com/Bagaskara)

JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin, menanggapi kabar yang dirilis oleh Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (FISU) mengenai adanya warga negara Indonesia (WNI) yang diduga menjadi tentara bayaran di Rusia.

Dalam laporan tersebut, setidaknya disebutkan ada delapan orang WNI yang masuk dalam daftar.

Saat dikonfirmasi mengenai kebenaran informasi tersebut, Menhan Sjafrie menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan data atau pemberitahuan resmi terkait isu tersebut.

“Nggak ada. Tidak menerima laporan ini. Tidak ada informasi,” ujar Sjafrie di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026) kemarin.

Sjafrie belum bisa menanggapi lebih jauh terkait adanya kabar tersebut.

Sebelumnya, Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (FISU) menyampaikan adanya daftar warga negara Indonesia (WNI) yang diduga menjadi tentara bayaran di Rusia.

FISU, dalam pernyataannya 27 Agustus lalu menyampaikan bahwa perekrutan kedelapan WNI diketahui usai pihaknya memperoleh salinan komunikasi Kementerian Luar Negeri Rusia mengenai pemrosesan visa untuk WNI.

“Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina telah memperoleh dokumen tentang setidaknya delapan warga negara Indonesia yang direkrut ke dalam barisan tentara pendudukan RF,” tulis pernyataan FISU dikutip dari laman resminya.

Mereka menyampaikan bahwa para WNI yang diduga bergabung tersebut memiliki rentangan usia antara 29 hingga 47 tahun.

Para WNI itu disebut direkrut sebagai tenaga kerja murah usai diiming-imingi gaji tinggi, tugas non-tempur, pemberian kewarganegaraan Rusia, serta tunjangan sosial menarik lainnya.

Pola yang sama sebelumnya telah digunakan ke warga negara Nepal, Kuba, Kenya, dan India. Sebagian besar dari mereka berakhir di garda depan tanpa pelatihan apa pun, dan beberapa tewas dalam beberapa minggu pertama,” demikian pernyataan FISU.

Sumber : suara.com