Beranda Peristiwa 70 Persen Kecelakaan Didominasi Motor, BPTD : Ratusan Pelajar Pengemudinya

70 Persen Kecelakaan Didominasi Motor, BPTD : Ratusan Pelajar Pengemudinya

224
0
kegiatan Program Aksi Keselamatan Transportasi Darat Tahun 2018 di SMA Negeri 1 Kota Cilegon, Kamis (6/11/2018). (Fotografer Usman Temposo/BantenNews.co.id)
CILEGON – Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Provinsi Banten, Nurhadi Unggul Wibowo menyatakan bahwa angka kecelakaan tertinggi di jalan raya didominasi kendaraan roda dua. Angkanya pun terbilang cukup fantastik yakni mencapai 70 persen dari total keseluruhan kecelakaan secara nasional.

“70 persen kecelakaan itu disebabkan kendaraan bermotor. Kalau data kepolisian itu menurut informasi yang saya dengar sebanyak tiga sampai empat orang meninggal di jalan setiap hari. Data yang pernah dirilis polisi itu sebanyak 197 kejadian kecelakaan di tahun 2018 itu melibatkan anak sekolah usia 11-17 tahun. Ini data secara nasional,” ujar Nurhadi di sela kegiatan Program Aksi Keselamatan Transportasi Darat Tahun 2018 di SMA Negeri 1 Kota Cilegon, Kamis (6/12/2018).

Sebab itu, edukasi terhadap para pelajar sangat diperlukan guna menekan angka kecelakaan. Kebetulan, kata dia, tahun ini Kementerian Perhubungan Darat mempunyai program tersebut.

“Kegiatan Ini kan dalam rangka program Kementerian Perhubungan Darat yang mempunyai program memberikan edukasi kepada masyarakat di antaranya siswa-siswi yang sudah memasuki usia yang diperbolehkan oleh hukum mengendarai kendaraan bermotor. Ini karena mayoritas kecelakaan itu 70 persennya adalah kendaraan bermotor dan 197 kecelakaan adalah melibatkan anak sekolah,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa perlu adanya edukasi yang baik kepada para pelajar dalam berkendara. Dimana dalam berkendara diperlukan adanya etika dan ketaatan hukum yang harus dipatuhi.

“Untuk itu kita memberikan edukasi kepada adik-adik kita siswa-siswi di SMA Negeri 1 Cilegon ini dalam rangka memberikan kesadaran budaya keselamatan jalan melalui pendidikan dan promosi. Tujuannya untuk meletakkan moral yang kuat dalam pendidikan keselamatan jalan, kemudian memberikan pemahaman nilai-nilai norma, etika aturan berlalu lintas berkeselamatan jalan. Kemudian membangun toleransi dan tenggang rasa berlalu lintas,” terangnya.

Dia menjelaskan bahwa dalam berlalu lintas harus memiliki adab, tenggang rasa dan saling menghormati antar sesama pengendara. Itu dilakukan guna mencegah terjadinya kecelakaan.

“Kan kita dalam berkendara dan berlalu lintas itu berada di ruang publik. Jadi harus ada tenggang rasa dan toleransi. Kemudian juga perlu mengembangkan kemampuan perilaku keselamatan di jalan. Intinya hari ini kita memberikan edukasi adik-adik kita. Alhamdulilah responsnya sangat positif. Karena kan sebelumnya mereka belum pernah mendapatkan kegiatan semacam ini,” katanya.

“Kegiatan ini juga hasil kerja sama dengan Direktorat lalu Lintas Polda Banten. Tahun ini kita melaksanakan dua tempat, pertama di SMA Negeri 1 Cilegon dan di SMA Negeri 1 Serang,” imbuhnya. (Man/Red)