Beranda Kesehatan 7 Mahasiswa Banten yang Dipulangkan dari Tiongkok Diperiksa Intensif di RSUD Banten

7 Mahasiswa Banten yang Dipulangkan dari Tiongkok Diperiksa Intensif di RSUD Banten

467
0
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten. (Wahyu/bantennews)

 

SERANG – Sebanyak tujuh mahasiswa asal Banten kembali ke tanah air pada Selasa, 4 Februari 2020 pukul 17.55 WIB melalui Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tanggerang, Banten. Mereka dievakuasi dari Tiongkok menyusul wabah virus Corona di negeri Tirai Bambu tersebut.

Mereka tiba di Banten setelah dipulangkan menggunakan pesawat jenis Airbus A359 Jet Thai Airways dari negeri Tiongkok tersebut. Ketujuh orang mahasiswa tersebut kini masih dalam penanganan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten.





Ketujuh mahasiswa tersebut antara lain dari Kota Serang bernama Rifani, Herawati, Kristi Prihatini Dewi dan Rio Priyanto. Dari Kabupaten Serang bernama Syah Abriyatna, Muhammad Pajar, Royadin. Sedangkan dari Kabupaten Tanggerang bernama Soelthan Andara Kelvin, dan dari Kota Tanggerang Selatan bernama Kenny Eliezer Jaya. Dua orang masih tertahan di Natuna dengan alasan visa yang bersangkutan kadaluarsa.

Mahasiswa tersebut dijemput oleh pihak Dinkes Provinsi Banten dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, kemudian dibawa ke RSUD Tanggerang untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan dilakukan karantina sebelum diserahterimkan ke rumah masing-masing.

Dikonfirmasi akan hal itu, Direktur Utama RSUD Banten Danang Hamsah Nugroho enggan memberikan keterangan. Dia tak membenarkan atau membantah adanya tujuh mahasiswa yang baru saja dipulangkan dari Tiongkok di tempatnya bertugas.

Wartawan yang menemuinya hanya direspons dengan kalimat pendek, “langsung ke Kadinkes yah,” kata Danang. “Karena ini penyakit menular, informasinya satu pintu dari Dinas Kesehatan. Silahkan ke Dinas Kesehatan (Provinsi Banten),” sambungnya, Rabu (5/2/2020).

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti juga tak merespons upaya konfirmasi wartawan. Padahal ponsel dan media sosial yang bersangkutan dalam kondisi aktif. (You/Red)