Beranda Politik Bawaslu Tangsel Akan Panggil Camat Pondok Aren

Bawaslu Tangsel Akan Panggil Camat Pondok Aren

992
0
Kantor Bawaslu Tangerang Selatan

 

TANGSEL – Viralnya broadcast atau pesan berantai terkait permintaan data Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mencari koordinator TPS, membuat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus memanggil oknum penyebar pesan tersebut.

Pasalnya, broadcast tersebut diduga untuk kepentingan Pilkada Tangsel 2020 mendatang.

Terbaru, Bawaslu memanggil Sekretaris Lurah (Sekel) Jurang Mangu Timur, Sodik yang menyebar pesan berantai tersebut, Rabu (24/6/2020) kemarin.

Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Tangsel Slemet Santosa mengatakan, saat dimintai keterangan, sekel tersebut mengakui bahwa dia yang menyebar broadcast itu.

“Iya dia mengakui. Dia ngakunya inisiatif sendiri nyebar pesan itu, tapi besok kita akan panggil Camat Pondok Aren. Kita liat nanti hasilnya,” ungkap Slamet saat dikonfirmasi, Kamis (25/6/2020).

Namun begitu, Slamet tidak bisa memastikan siapa orang di balik Sodik yang memintanya menyebar pesan itu.

“Kita tidak bisa berandai-andai. Nanti kita lihat penjelasan yang bersangkutan saja. Besok jam 10 kami panggil Camat Aren,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, isi pesan dalam broadcast yang viral tersebut berisikan “Yth, seluruh Lurah/Sekel hasil rapat td camat, ibu wali, pak wakil dan opd terkait bahwa lurah/sekel segera melaporkan: a. data pegawai mulai dari lurah sekel kasi dan stap lengkap dengan ktp dan no.HP (ket. Ya.abu2.tdk).

2. Data RT & RW lengkap dgn ktp dan no.HP (ket. Ya.abu2.tdk).

3. Data Tokoh (ada Tomas, Toga, Topeng), dll lengkap dgn ktp & no.hp (ket. Ya.abu2.tdk).

4. bantu mencari kort tps hari Jum’at, 19 Juni 2020 di Kumpulkan lewat fdf. DUM terimakasih atas kerja samanya,” demikian isi pesan tersebut.

Bahkan, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany saat ditanya awak media mengenai permintaan data tersebut justru terlihat geram. Airin dengan nada tinggi menegaskan, jika permintaan data yang ditujukan bagi ASN dan non-ASN tersebut tidak ada. Dan, mempersilahkan untuk menanyakan langsung kepada yang menyebarkan pesan tersebut.

“Siapa yang bilang, tanya aja sama yang ngebocorinnya, orang enggak ada kok, enggak ada kok,” tegas Airin saat pembagian bansos Covid-19 di Kelurahan Rawa Buntu, Serpong, Tangsel, Selasa (23/6) lalu. (Ihy/Red)