Beranda Pemerintahan 689 Pendaftar Beasiswa Juare Cilegon Berpotensi Tersingkir

689 Pendaftar Beasiswa Juare Cilegon Berpotensi Tersingkir

Kabag Kesra Setda Pemkot Cilegon Rahmatullah. (Maulana/bantennews)

CILEGON — Persaingan mendapatkan Beasiswa Juare Cilegon 2026 cukup ketat. Sebanyak 1.452 calon mahasiswa mendaftar, sementara Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon hanya menyediakan kuota untuk 763 penerima.

Dengan selisih 689 pendaftar, ratusan calon mahasiswa berpotensi gagal menerima beasiswa tahun ini.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Cilegon, Rahmatullah mengataka,  jumlah pendaftar hampir dua kali lipat dari kuota yang tersedia.

“Kalau di anggaran kuotanya 763, yang daftar 1.452. Ya, kemungkinan. Kalau melihat pendaftar melebihi daripada kuota,” kata Rahmatullah kepada BantenNews.co.id, Sabtu (26/9/2026).

Pemkot Cilegon membuka pendaftaran Beasiswa Juare sejak 11 September 2026 dan menutupnya pada 20 September. Saat ini, tim dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) masih memverifikasi dan memvalidasi data para pendaftar.

Rahmatullah mengatakan, tim masih memberikan kesempatan kepada pendaftar untuk melengkapi berkas atau memperbaiki data yang belum memenuhi persyaratan.

“Ditutup tanggal 20 September. Saat ini kita lakukan verifikasi, mungkin ada kekurangan atau yang belum terpenuhi sehingga diinformasikan kepada calon penerima beasiswa sampai hari Minggu,” ujarnya.

Pemkot Cilegon mengalokasikan sekitar Rp4 miliar untuk program Beasiswa Juare 2026. Besaran bantuan berbeda berdasarkan status perguruan tinggi dan kebutuhan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Untuk mahasiswa perguruan tinggi swasta, bantuan mencapai Rp4 juta. Mahasiswa perguruan tinggi negeri mendapat Rp5 juta hingga Rp6 juta, sedangkan mahasiswa yang kuliah di luar Provinsi Banten mendapat Rp6 juta hingga Rp8 juta untuk kebutuhan UKT.

Rahmatullah mengatakan, Pemkot Cilegon memprioritaskan calon penerima dari kelompok berprestasi, kurang mampu, dan penerima afirmasi.

Selain kondisi ekonomi dan prestasi, Pemkot Cilegon juga mempertimbangkan kesesuaian jurusan dengan kebutuhan industri.

“Kalau jurusannya kita menginginkan karena ini adalah link and match, paling tidak aturan studinya mendekati dengan kebutuhan industri,” katanya.

Baca Juga :  Jelang Lengser Jabatan, Helldy Klaim Seluruh Janji Kampanye Terealisasi

Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd