Beranda Bisnis Warga Resah Telur Ayam Jenis HE Marak di Pasaran

Warga Resah Telur Ayam Jenis HE Marak di Pasaran

11827
0
Seorang pembeli tengah memilah telur ayam di agen aneka telur segar di Pasar Induk Rau (PIR), tepatnya di Jalan Cinanggung, Kota Serang. (Ade/bantennews)

SERANG – Sejumlah warga di Kota Serang mengaku risih dengan beredarnya telur ayam ras jenis Hatching Egg (HE) atau telur breeding (telur tetas) di pasaran. Sebab, telur ayam HE dilarang diperjualbelikan kepada masyarakat, mengingat tak layak untuk dikonsumsi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun salah satu ciri-ciri telur ayam ras jenis HE memiliki kulit cangkang berwarna putih agak pucat hampir mirip dengan telur ayam kampung.

Salah seorang ibu rumah tangga berinisial SM asal Kecamatan Cipocok Jaya mengatakan, pernah membeli telur ayam ras yang jenisnya hampir mirip dengan telur ayam ras HE. Ketika itu, SM membeli telur ayam ras HE sebanyak 1 kilogram melalui online. Ia tertarik membeli telur ayam ras HE karena saat itu harga telur ayam ras merah di pasaran masih berkisar Rp27 ribu per kilogram.





“Waktu itu saya belinya online. Tapi ada yang nawarin delivery order harga Rp22 ribu perkilogram. Ternyata telurnya besar-besar dan warnanya putih. Agak heran juga sih. Saat mau dimasak telur pertama warnanya merah seperti darah. Tapi yang lain tidak. Mungkin itu kali ya yang dibilang telur infertil,” ujarnya, Selasa (12/5/2020).

Ia menduga telur ayam jenis HE sudah lama beredar di Kota Serang. Agar peredarannya tidak semakin meluas, dirinya meminta kepada instansi terkait untuk melakukan pengawasan langsung ke lapangan.

“Lebih baik ditarik ajalah dari pasaran. Takut berbahaya, karena kalau saya baca diberita mah telur itu tidak boleh lebih dari tujuh hari,”ujarnya.

Iis, seorang ibu rumah tangga lainnya pun mengaku mengetahui informasi beredarnya telur ayam ras jenis HE. Dirinya juga hampir kepincut membeli telur ayam ras jenis HE, karena harganya di bawah normal.

Namun untuk lebih spesifikasinya ia mengaku tidak mengetahui secara detail telur infertil tersebut.

“Iyah waktu itu saya juga sempat mau beli. Cuman saya mikir-mikir dulu, telur ayam apa kok harganya murah sekali. Setelah saya cari tau ternyata telur ayam HE,” ujar Iis, saat ditemui di salah satu agen telur ayam di Pasar Induk Rau (PIR).

ia mengaku tidak mengetahui secara detail mengenai telur ayam tersebut. “Cuman yang aku tahu katanya sih cirinya kulitnya putih. Kalau isinya seperti apa saya belum tau, karena kan belum pernah beli ya,” ucapnya.

Hampir serupa, Iis pun berharap kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar melakukan upaya tindakan cepat. Sebab, ia khawatir telur ayam ras jenis HE makin beredar luas di masyarakat.

“Ya kalau emang itu gak bagus buat dimakan, pemerintah harus cepat turun dong. Kan masyarakat mah tidak semua tau, ini telur ayam jenis apa. Taunya ya telur ayam negeri, telur ayam kampung, telur bebek, ama telur puyuh. Apalagi situasi kondisi lagi begini, ada barang murah warga mah buru-buru beli. Gak tau kalau barang yang dibeli gak layak dikonsumsi,” ucapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, beberapa agen telur di Pasar Induk Rau (PIR) tidak menjualbelikan telur ayam jenis ras HE. Salah satunya di agen telur Aneka Telur Segar yang berlokasi di PIR, tepatnya di Jalan Cinanggung, Kecamatan Serang, Kota Serang.

Di agen telur Aneka Telur Segar hanya menjualbelikan telur ayam ras merah atau ayam petelur, telur puyuh dan telur bebek. Meskipun harga beli telur ayam ras HE relatif lebih murah bila dibandingkan dengan harga telur ayam ras merah atau ayam petelur. Namun di agennya hanya menjual telur ayam ras merah, telur puyuh, dan tekur bebek. “Saya tau telurnya tapi saya gak pernah jual telur ayam breeding,” ucap Arif, pemilik dari agen telur Aneka Telur Segar.

Ia mengaku tak khawatir, meskipun harga telur ayam ras jenis HE lebih murah, dibandingkan dengan telur ayam ras merah. “Gak ngaruh. Stabil aja,” ucapnya.

Arif menyebutkan, harga telur ayam merah saat ini di lapaknya Rp19 ribu perkilogram. Sebelumnya harga telur ayam merah Rp20 ribu perkilogram. “Udah seminggu ini harganya turun. Mungkin lagi sepi ya gara-gara Corona,” ucapnya. (Dhe/Red)