
KAB. SERANG — Kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Serang kembali menjadi sorotan. Sebanyak 64 pelajar dan guru di Padarincang harus dilarikan ke puskesmas lantaran mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG.
Berdasarkan informasi, kejadian itu terjadi pada Rabu (20/5/2026). Puluhan pelajar dan guru di salah satu sekolah di Kecamatan Padarincang mengalami mual dan muntaber usai menyantap menu MBG. Dugaan sementara mengarah pada menu telur dadar yang dikonsumsi para siswa.
Total terdapat 64 korban, terdiri dari 43 siswa serta guru dan petugas tata usaha. Seluruh korban sempat menjalani penanganan di Puskesmas Padarincang.
Wakil Bupati Serang sekaligus Ketua Satgas Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Serang, M. Najib Hamas, menyoroti lemahnya disiplin dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) usai puluhan pelajar dan guru diduga mengalami keracunan makanan program MBG di Kecamatan Padarincang.
Najib mengungkapkan, sebagian besar korban sudah kembali ke rumah. Namun, satu korban masih menjalani perawatan medis.
“Sudah kembali ke rumah, hanya satu yang masih dirawat,” ujar Najib saat dihubungi, Sabtu (23/5/2026).
Ia menjelaskan, Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Serang sudah menggelar pertemuan bersama Muspika, pihak sekolah, dan pengelola dapur SPPG untuk mengevaluasi insiden tersebut.
Dalam pertemuan itu, Korwil BGN mengajukan penghentian sementara atau suspend operasional dapur MBG yang memasok makanan ke sekolah terdampak.
“Kita masih menunggu keputusan dari BGN pusat,” katanya.
Najib meminta Korwil BGN memperketat pengawasan terhadap seluruh dapur SPPG, terutama soal penerapan standar operasional prosedur (SOP) distribusi makanan. Ia menilai persoalan waktu distribusi dan konsumsi makanan menjadi titik lemah yang harus segera dibenahi.
“Contohnya makanan disiapkan jam 11, tapi baru dimakan jam 12. Bahkan ada yang dikirim jam 9. Ini yang harus diperbaiki, soal kesepakatan waktu,” tegasnya.
Menurut dia, makanan MBG idealnya tiba maksimal satu jam sebelum dikonsumsi agar kualitas dan keamanannya tetap terjaga.
“Kalau makanan dikonsumsi jam 12, berarti jam 11 sudah harus sampai,” ujarnya.
Najib menegaskan, Satgas BGN Kabupaten Serang meminta evaluasi menyeluruh terhadap dapur MBG pasca-insiden di Padarincang. Ia juga meminta Korwil dan Koordinator Cabang memperketat monitoring agar kejadian serupa tidak terulang.
“Pengawasan harus ketat. SOP dan disiplin pelaksanaan di masing-masing dapur harus jadi perhatian serius,” katanya.
Pihak terkait kini masih menunggu hasil pemeriksaan dan evaluasi lanjutan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Penulis: Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor: Gilang Fattah