PANDEGLANG — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang mengungkap dampak investasi terhadap penyerapan tenaga kerja di daerah. Sepanjang semester I 2026, investasi yang masuk tercatat menyerap 634 tenaga kerja.
Meski angkanya dinilai belum besar, DPMPTSP menilai capaian tersebut baru mencerminkan realisasi enam bulan pertama tahun ini.
Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya DPMPTSP Pandeglang, Tedy Fauzi Rahmat mengatakan, penyerapan tenaga kerja diperkirakan masih akan bertambah seiring masuknya investasi pada semester II 2026.
“Kalau kita lihat dari data semester I saja sudah ada serapan tenaga kerja 634 orang. Memang kelihatannya angkanya kecil, tapi ini baru semester I,” kata Tedy kepada wartawan, Jumat (18/9/2026).
Tedy menjelaskan, dampak investasi tidak hanya diukur dari jumlah pekerja yang direkrut perusahaan. Menurutnya, investasi juga memunculkan multiplier effect yang menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar lokasi usaha.
Ia mencontohkan kawasan Tanjung Lesung yang telah menyerap ribuan tenaga kerja, terutama dari sektor perhotelan dan pariwisata. Di luar itu, aktivitas investasi turut membuka peluang usaha bagi warga.
“Yang lebih positif itu multiplier effect-nya. Bukan hanya tenaga kerja yang bekerja di perusahaan, tapi juga usaha-usaha di sekitar perusahaan ikut tumbuh,” ujarnya.
Menurut Tedy, kehadiran investor mendorong munculnya rumah makan, warung, jasa transportasi, hingga usaha kecil lainnya. Kondisi itu dinilai ikut menciptakan lapangan kerja baru secara tidak langsung.
“Secara tidak langsung itu berdampak terhadap peningkatan tenaga kerja masyarakat,” katanya.
Pihaknya juga mencatat minat investor terhadap Pandeglang terus meningkat. Salah satu sektor yang saat ini paling banyak dilirik adalah budidaya peternakan ayam, selain sektor-sektor lain yang mulai berkembang di wilayah tersebut.
“Yang paling dominan saat ini sektor budidaya, seperti budidaya peternakan ayam,” ujarnya.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : TB Ahmad Fauzi
