Beranda Kesehatan 600 Calhaj Pandeglang Jalani Cek Kesehatan

600 Calhaj Pandeglang Jalani Cek Kesehatan

Sejumlah calon jamaah haji jalani pemeriksaan kesehatan di UPT Labkesda Pandeglang. (Mg-Madani Prasetia/BantenNews.co.id)

PANDEGLANG – Sebanyak 600 calon jemaah haji asal Kabupaten Pandeglang mulai menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai persiapan keberangkatan ke Tanah Suci pada 2027. Pemeriksaan ini menyasar deteksi dini penyakit kronis hingga gangguan kesehatan yang dapat menghambat perjalanan ibadah.

Kasubag Tata Usaha UPT Labkesda Pandeglang, Kamaludin, mengatakan pemeriksaan berlangsung selama enam hari di lima titik layanan kesehatan.

Tim kesehatan menggelar pemeriksaan selama dua hari di UPT Labkesda Pandeglang. Selanjutnya, pemeriksaan berlanjut selama empat hari di Puskesmas Saketi, Labuan, Panimbang, dan Cibaliung.

“Pemeriksaan kita laksanakan selama enam hari. Dua hari di Labkesda, kemudian empat hari lainnya di puskesmas,” kata Kamaludin, Kamis (20/8/2026).

Labkesda Pandeglang menyiapkan tenaga kesehatan dan seluruh kebutuhan pemeriksaan sebelum program dimulai.

“Untuk kesiapan kita sudah persiapkan secara matang. SDM-nya kita siapkan, kemudian bahan habis pakai untuk pemeriksaan juga sudah kita siapkan,” ujarnya.

Para calon jemaah menjalani serangkaian pemeriksaan, mulai dari darah lengkap, kimia darah, gula darah, fungsi ginjal, fungsi hati, hingga urine.

Tim medis juga memeriksa kondisi jantung melalui elektrokardiogram (EKG) dan memeriksa paru melalui rontgen bersama RSUD Berkah Pandeglang.

“Untuk pemeriksaan haji, khususnya pemeriksaan laboratorium, ada pemeriksaan darah lengkap, kemudian kimia lengkap, gula darah, fungsi ginjal, fungsi hati, dan pemeriksaan urine lengkap. Kemudian ada tambahan pemeriksaan rontgen dan EKG yang dilaksanakan oleh RSUD Berkah Pandeglang,” jelasnya.

Kamaludin mengatakan, penyebaran titik pemeriksaan bertujuan mendekatkan layanan kepada calon jemaah. Langkah ini penting karena banyak calon jemaah masuk kelompok lanjut usia dan menghadapi jarak tempuh yang cukup jauh menuju Labkesda Pandeglang.

“Untuk mendekatkan pelayanan terhadap jemaah haji. Rata-rata jamaah haji banyak yang lanjut usia. Kalau dijangkau ke sini, ke Labkesda, lumayan jauh,” katanya.

Baca Juga :  Sejarah Gas Air Mata, Senjata Perang Prancis yang Kini untuk Halau Massa Demo

Pemeriksaan ini menjadi tahap awal untuk menemukan penyakit kronis maupun akut sebelum diberangkat ke Tanah Suci. Petugas memberi perhatian terhadap risiko diabetes, gangguan ginjal, hingga penyakit jantung agar tenaga medis dapat menentukan penanganan sejak awal.

“Yang pasti untuk deteksi awal adanya penyakit-penyakit yang kronis, akut. Contoh penyakit ginjal, diabetes, ataupun jantung. Nanti biar diketahui secara dini,” ujarnya.

Labkesda belum menyimpulkan kondisi kesehatan calon jemaah pada pemeriksaan hari pertama karena proses pengolahan hasil masih berlangsung.

Jika tim medis menemukan calon jemaah dengan risiko kesehatan tinggi, dokter puskesmas akan menentukan tindak lanjut, termasuk perawatan atau rujukan ke RSUD Berkah Pandeglang.

“Kalau kita di Labkesda sebenarnya hanya mengeluarkan hasil. Untuk rekomendasi apakah dirujuk ataupun di-treatment di puskesmas, nanti dokter puskesmas yang melaksanakan rujukan,” tutupnya.

Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd