Beranda Peristiwa 6 Tahun Tinggal di Huntara, Korban Banjir Bandang Lebak Tagih Janji Pembangunan...

6 Tahun Tinggal di Huntara, Korban Banjir Bandang Lebak Tagih Janji Pembangunan Huntap

Huntara Warga korban banjir bandang Cigobang, Kabupaten Lebak - (Foto Sandi/BantenNews.co.id)

 

LEBAK – Ratusan warga korban banjir bandang dan longsor di Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, kembali menagih janji pemerintah terkait pembangunan hunian tetap (huntap) yang hingga kini belum juga terealisasi, meski bencana tersebut telah berlalu enam tahun lalu.

Saat ini, para korban masih bertahan di hunian sementara (huntara) yang berlokasi di Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong. Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan mendalam, terutama setelah alat berat yang sebelumnya disiapkan pemerintah untuk pembersihan dan pemerataan lahan huntap justru ditarik kembali.

Zaenal, salah seorang warga terdampak, menilai penarikan alat berat tersebut sebagai simbol tidak adanya kepastian negara terhadap nasib korban bencana di Lebakgedong.

“Padahal kami sudah menunggu realisasi pembangunan huntap sejak bencana besar melanda wilayah ini pada 2020,” ujar Zaenal saat dihubungi, Jumat (2/1/2026).

Ia mengungkapkan, tanpa mengurangi empati terhadap korban bencana di daerah lain seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh pada 2025, penarikan alat berat di Cigobang sangat disayangkan.

“Alat berat itu seyogianya digunakan untuk pemerataan lahan huntap, bukan justru ditarik kembali. Ini sangat melukai harapan kami,” katanya.

Zaenal menjelaskan, bencana banjir bandang dan longsor pada 2020 lalu menyebabkan kehancuran besar di Lebakgedong. Sedikitnya 221 rumah warga hancur, sementara aktivitas masyarakat lumpuh total.

Namun hingga memasuki 2026, para korban masih harus bertahan di huntara dengan kondisi serba terbatas dan jauh dari kata layak.

“Per 1 Januari 2026, genap enam tahun kami tinggal di huntara. Enam tahun hidup dalam ketidakpastian. Ini bukan soal iri dengan daerah lain, tetapi soal keadilan dan skala prioritas,” tegasnya.

Ia menambahkan, warga mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak, Pemerintah Provinsi Banten, hingga Pemerintah Pusat agar segera mendatangkan kembali alat berat dan merealisasikan pembangunan huntap.

Baca Juga :  Buka Puasa Bersama Gubernur Banten dan KAHMI Diwarnai Unjuk Rasa

“Datangkan kembali alat berat. Kami sudah bosan dan sangat kecewa dengan janji-janji manis pemerintah yang pada akhirnya membohongi warga huntara,” ucapnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Lebak maupun Pemerintah Provinsi Banten terkait kepastian kelanjutan pematangan lahan dan pembangunan hunian tetap di Cigobang.

Penulis: Sandi Sudrajat
Editor: Tb Moch. Ibnu Rushd