Beranda Advertorial Perkuat Manajemen Internal, Pengurus Koperasi Dilatih Akuntansi Berbasis Software

Perkuat Manajemen Internal, Pengurus Koperasi Dilatih Akuntansi Berbasis Software

214
0
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Serang Abdul Wahid didampingi Kabid Koperasi Pipih Rosvianthie foto bersama peserta. (Ist)

SERANG – Tantangan zaman, khususnya di bidang pemanfaatan teknologi kian berkembang. Hal tersebut menuntut kemampuan sumber daya manusia (SDM) untuk lebih cakap dalam memanfaatkan teknologi. Tujuannya, untuk memudahkan pekerjaan serta mendukung manajeman lembaga yang semakin kuat.

Untuk itu, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang memberikan Pelatihan Akuntansi Koperasi Berbasis Sowtware kepada sekitar 40 peserta dari perwakilan kelompok koperasi di Kabupaten Serang. Dari pelatihan tersebut, diharapkan pengurus koperasi dapat mengaplikasikan kemampuan dalam menyusun akuntansi berbasis software.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang Abdul Wahid menyebutkan, penguatan lembaga koperasi merupakan amanat dari Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang juga sebagai Ketua Dewan Koperasi Wilayah (Dekopinwil) Provinsi Banten. Bupati, kata dia, ingin meningkatkan kinerja koperasi dengan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan manajemen internal koperasi.

“Ini merupakan salah satu amanat Ibu Bupati selaku Ketua Dekopinwil Banten. Beliau begitu semangat (untuk) memajukan koperasi di Kabupaten Serang. Kepedulian tersebut kemudian terjawab dengan diraihnya Penghargaan Satyalencana Pembangunan di Bidang Koperasi dari Presiden RI (Joko Widodo) pada saat HUT ke-70 Koperasi di Makasar,” kata Abdul Wahid ditemui di salah satu hotel di Kabupaten Serang, Selasa (28/1/2020).

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang Abdul Wahid saat memberi sambutan. (Ist)

Khusus mengenai kegiatan pelatihan tersebut, ia berharap koperasi di Kabupaten Serang dapat lebih maju dan berkembang dari sisi manajerial dan pengelolaan akuntansi. “Agar manajemen menjadi baik, dengan memanfaatkan software tidak lain untuk memberikan penguatan kemampuan kepada anggota serta memberikan kepercayaan kepada masyarakat luas,” kata dia.

Dari peserta yang hadir, ia yakin regenerasi pengurus koperasi di Kabupaten Serang berjalan baik. Mengingat, banyak kalangan anak muda yang mau terlibat aktif sebagai anggota koperasi. “Ini koperasi bentukan baru tahun 2019. Kami sengaja memperkenalkan pembukuan menggunakan software, supaya kepercayaan terhadap koperasi ini bertambah.”

Selain itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengamanatkan dari ratusan UMKM di Kabupaten Serang dapat terbentuk setidaknya empat koperasi baru. Setiap tahun dari beberapa UMKM dibentuk 50 Koperasi baru yang difasilitasi. “Ada 716 koperasi di Kabupaten Serang yang terus akan dibina menjadi koperasi yang kuat dan mandiri serta aktif. Bukan saja koperasi simpan pinjam tapi koperasi yang bergerak di sektor riil seperti kafe, waralaba dan sebagainya. Dari koperasi ini dapat dikembangkan usaha besar, di samping pinjam,” kata dia.

Ia berpesan kepada peserta yang hadir untuk serius dalam mengikuti pelatihan dan menjadi pembangkit bagi kawan-kawan muda lain untuk berkecimpung di bidang koperasi.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Bidang Koperasi pada Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Serang, Pipih Rosvianthie menambahkan bahwa peserta yang hadir betul-betul membutuhkan pembinaan dalam bidang akuntansi berbasis software. Dengan menghadirkan narasumber yang kompeten dari Dekopinwil Banten, ia berharap pengurus koperasi dapat menyusun laporan akuntansi yang memadai.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang Abdul Wahid didampingi Kabid Koperasi Pipih Rosvianthie memberikan cinderamata kepada peserta. (Ist)

Koperasi sebagai organisasi menurut Pipih perlu mendapat pendampingan agar menjadi semakin kuat. Kebersamaan dan saling terbuka antar anggota, kata dia,  menjadi salah satu kunci suksesnya koperasi. Selain itu, keterbukaan tersebut ditunjang dengan kemampuan menyusun akuntansi berbasis software.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti tahap demi tahap materi mulai dari materi, praktik hingga diskusi kelompok dan evaluasi hasil laporan akuntansi. “Kami tidak begitu saja melepas peserta namun kami lihat juga dari hasil kegiatan ini supaya berjalan evaluasi dan pendampingannya,” kata Pipih.

Ia berharap, tahun depan peserta sudah mampu mengaplikasikan dengan membuat laporan akuntasi berbasis software. (Advertorial)