Beranda Kesehatan 5 Karyawan Pabrik Tekstil di Kopo Reaktif Saat Diswab Antigen

5 Karyawan Pabrik Tekstil di Kopo Reaktif Saat Diswab Antigen

94
0
Asisten Daerah I Bidang Administrasi Pemerintahan, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Serang, Nanang Supriatna.

KAB. SERANG – Satuan tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Serang kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke wilayah industri yang berada di Kabupaten Serang. Kali ini sidak dilakukan di PT Shinta Woo Sung, Desa Gabus, Kecamatan Kopo, Selasa (13/7/2021).

Dalam sidak tersebut ditemukan adanya lima karyawan yang memiliki hasil reaktif berdasarkan hasil swab antigen. Dari lima karyawan tersebut, satu diantaranya adalah Tenaga Kerja Asing (TKA).

Manajer HRD PT Shinta Woo Sung, Bambang Nuradi mengatakan berdasarkan hasil swab antigen yang dilakukan terhadap 600 karyawan pada pekan lalu, ditemukan lima orang memiliki hasil reaktif.

“Sudah kita pulangkan untuk isolasi mandiri. Tapi saat ini untuk satu karyawan sudah negatif hasil swab antigen. Jadi sisa empat orang, rencana akan di Swab PCR kalau masih reaktif hasil swab antigen,” ujar Bambang, Selasa (13/7/2021).

Terkait karyawan yang menjalani isolasi mandiri, Bambang menyebutkan pihak perusahaan telah memberikan sembako dan vitamin.

“Kita berikan vitamin juga selain sembako,” lanjut Bambang.
Untuk protokol kesehatan di perusahaan yang bergerak di bidang produksi tekstil itu, Bambang menuturkan sudah menerapkannya semenjak pandemi tahun 2020 lalu.

“Untuk karyawan sebelum adanya aturan melaksanakan protokol kesehatan, di perusahan kami untuk jarak mesin dan orang sudah berjarak sekitar dua meter. Sedangkan untuk bagian kantor juga sama berjarak sekitar satu meter,” kata Bambang.

Sementara itu, menurut Asisten Daerah I Bidang Administrasi Pemerintahan, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Serang, Nanang Supriatna mengatakan pihak perusahaan wajib melakukan tracing kepada lima karyawan yang dinyatakan reaktif berdasarkan hasil swab antigennya.

“Pihak perusahaan harus perhatikan karyawan yang isolasi mandiri jangan hanya menyarankan untuk istirahat. Karyawan yang isolasi mandiri juga harus di penuhi kebutuhannya dengan diberikan sembako dan vitamin agar segera sembuh,” ujar Nanang.

Ia juga mengimbau untuk pihak perusahaan untuk selalu mengingatkan kepada para karyawan untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Harus tegas, meski memang kita dilema. Tolong sebelum masuk, prokes dijalankan, cek suhu tubuh kalau demam sedikit suruh pulang. Sedangkan karyawan yang bandel security-nya tegur saja, bilamana keluarkan,” tegas Nanang.
(Nin/Red)