Beranda Pilkada Serentak 2020 4 Tokoh Ini Dinilai Potensial Jika Nyalon Walikota di Pilkada Cilegon 2020

4 Tokoh Ini Dinilai Potensial Jika Nyalon Walikota di Pilkada Cilegon 2020

4828
0
Empat tokoh Cilegon yang dinilai potensial maju di Pilkada Cilegon

CILEGON – Geliat politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Cilegon 2020 sudah mulai terasa, meski banyak kandidat belum mau tampil secara fulgar ke muka publik.

Namun menurut Ketua Jaringan Demokrasi Indonesia Banten, Syaiful Bahri, setidaknya ada empat tokoh potensial yang cukup layak mencalonkan diri menjadi Walikota pada Pilkada 2020 mendatang.

Keempat tokoh ini yakni Edi Ariadi yang saat ini menjabat Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati yang masih menjabat Wakil Walikota Cilegon yang juga Politisi Golkar, Helldy Agustian, Ketua DPW Partai Berkarya dan Syhabudin Sidik Anggota DPRD Provinsi Banten dari Partai Gerindra.

Syaiful mengatakan bahwa Edi Ariadi yang saat ini menjabat Walikota Cilegon punya peluang maju karena saat ini masih menjabat Walikota dan statusnya incumbent.

“Namun pak Edi harus benar-benar memegang parpol, titik krusial hari ini kan beliau merasa memiliki atau dimiliki parpol apa?, itu yang penting,” ujar Syaiful kepada BantenNews.co.id, Sabtu (21/9/2019).

Bila ingin maju pada Pilkada Cilegon 2020, kata Syaiful, Edi harus punya partai politik yang bisa mengusung dirinya.

“Saya kira pak Edi masih punya daya tarik, namun bergantung komunikasi politik pak Edi dengan elit Parpol. Untuk elektabilitas menurut saya masih ada, karena sekarang beliau menjabat Walikota Cilegon,” jelasnya.

Sementara Ratu Ati Marliati yang saat ini menjadi Wakil Walikota Cilegon, menurut Syaiful, memiliki peluang besar maju sebagai Kandidat Walikota pada Pilkada Cilegon 2020 mendatang. Secara tidak langsung Ati sudah dipersiapkan Partai Golkar.

Dimana Golkar bisa mengusung Calon Walikota tanpa memerlukan koalisi dengan partai lainnya. Sebab, Golkar mendapatkan sebanyak 10 kursi di DPRD Kota Cilegon.

“Bu Ati adalah kandidat dari partai Golkar yang tanpa berkoalisi pun bisa mencalonkan diri, tinggal cari pasangan saja. Problematika Golkar adalah jangan sampai salah pasangan saja, karena kan kepala daerah diajukan harus berpasangan. Kalau salah pasangan akan mempengaruhi elektabilitas,” terangnya.

Dia menyatakan bahwa Ratu Ati Marliati adalah birokrat yang berpengalaman.

“Itu salah satu poin, ditambah lagi yang bersangkutan sekarang sudah memegang remot partai, begitu kira-kira. Namun begitu harus cermat memilih pasangannya dan koalisi parpolnya,” imbuhnya.

Sementara Helldy Agustian, kata Syaiful, merupakan tokoh yang prospektif. Helldy juga dinilai cukup dikenal masyarakat Cilegon dengan kegiatan sosialnya yang dibangun beberapa tahun terakhir.

“Tapi catatannya pak Helldy harus melakukan lobi politik kelas tinggi, karena kan lagi-lagi yang menentukan adalah DPP, karena DPP juga pertimbangannya banyak seperti elektabilitas, survei oleh lembaga survei kredibel, itu akan jadi pertimbangan,” paparnya.

Kemudian Syhabudin Sidik juga cukup potensial sebagai calon Walikota. Politisi senior ini dinilai sudah makan asam garam dalam perpolitikan di Cilegon.

“Bila partai Gerindra mendukung betul dirinya tentu cukup potensial pada Pilkada Cilegon 2020 nanti,” imbuhnya.

(Man/Red)