SERANG ā Provinsi Banten mendapat jatah empat sekolah dalam program SMA Unggul Garuda Transformasi 2026 yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Keempat sekolah tersebut dipilih dari total 30 sekolah yang ditetapkan secara nasional pada tahun pertama pelaksanaan program.
Empat sekolah yang masuk dalam program tersebut yakni SMA Negeri Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS) di Kabupaten Pandeglang, SMA Kharisma Bangsa di Kota Tangerang Selatan, SMA Labschool Cirendeu di Kota Tangerang Selatan, serta Madrasah Aliyah (MA) Ibad Ar Rahman di Kabupaten Pandeglang.
Penetapan itu menjadi bagian dari target pemerintah pusat yang berencana mentransformasi 80 SMA dan MA di Indonesia menjadi SMA Unggul Garuda selama periode 2025ā2029.
Gubernur Banten, Andra Soni, menyambut masuknya empat sekolah asal Banten dalam program tersebut. Menurutnya, keberadaan SMA Garuda diharapkan dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi siswa berprestasi, termasuk dari keluarga kurang mampu.
Sementara itu, Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menilai program tersebut dapat menjadi salah satu instrumen peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Jamaluddin, menjelaskan bahwa SMA Unggul Garuda Transformasi merupakan program pengayaan bagi sekolah yang telah memiliki rekam jejak akademik dan prestasi yang baik.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga menyiapkan peserta didik agar memiliki daya saing untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik di dalam maupun luar negeri.
Dalam pelaksanaannya, Kemdiktisaintek akan memberikan berbagai bentuk penguatan kepada sekolah yang terpilih, mulai dari pelatihan manajemen sekolah, peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan, hingga pembinaan peserta didik.
SMA Negeri CMBBS yang berlokasi di Kabupaten Pandeglang menjadi satu-satunya sekolah milik Pemerintah Provinsi Banten yang masuk dalam program tersebut. Sekolah berasrama itu selama ini dikenal menggabungkan pendidikan akademik dengan pembinaan kepemimpinan dan nilai keagamaan.
Di Kota Tangerang Selatan, SMA Kharisma Bangsa dan SMA Labschool Cirendeu turut dipilih. Kharisma Bangsa dikenal memiliki fokus pada penguatan bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), sedangkan Labschool Cirendeu merupakan bagian dari jaringan sekolah yang berada di bawah Yayasan Pembina Universitas Negeri Jakarta.
Adapun MA Ibad Ar Rahman di Kabupaten Pandeglang menjadi satu-satunya madrasah dalam daftar sekolah asal Banten yang lolos seleksi program tersebut. Madrasah yang berada di lingkungan pondok pesantren itu menerapkan kurikulum nasional yang dipadukan dengan pendidikan kepesantrenan.
Program SMA Unggul Garuda sendiri merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2025 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada November 2025.
Melalui program itu, pemerintah menargetkan lahirnya lulusan dengan kemampuan unggul di bidang sains dan teknologi, sekaligus memperkuat akses pendidikan berkualitas bagi siswa dari berbagai latar belakang daerah dan ekonomi.
Tim Redaksi
