Beranda Pemerintahan 4 Pelabuhan di Banten Disiapkan Urai Kepadatan Arus Mudik 2026

4 Pelabuhan di Banten Disiapkan Urai Kepadatan Arus Mudik 2026

Gubernur Banten Andra Soni bersama Menhub RI Dudy Purwaghandi (kiri) memberikan keterangan usai rakor. (Audindra/bantennews)

SERANG – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan empat pelabuhan di Provinsi Banten untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran 2026. Kemenhub mengambil langkah ini untuk memecah kepadatan kendaraan yang selama ini terpusat di kawasan Merak.

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi menyatakan, Banten menjadi salah satu titik paling krusial dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran, khususnya untuk penyeberangan.

“Banten menjadi salah satu titik paling krusial dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran, khususnya untuk penyeberangan,” ujar Dudy usai rapat koordinasi persiapan angkutan Lebaran 2026 di Pendopo Gubernur Banten, Senin (16/2/2026).

Kemenhub, lanjut Dudy, akan mengoptimalkan empat pelabuhan dengan pembagian peruntukan moda transportasi yang berbeda agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di Pelabuhan Merak.

Dudy menjelaskan, PT Pelindo mengoperasikan Pelabuhan Ciwandan untuk melayani kendaraan roda dua dan truk angkutan barang kecil. Pemerintah juga menyiapkan Krakatau Bandar Samudera (KBS) sebagai alternatif penyeberangan menuju Pelabuhan Panjang.

Sementara itu, Pelabuhan Merak hanya melayani kendaraan pribadi dan bus. Pemerintah mengarahkan truk berukuran besar menuju Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) di Bojonegara.

“Ini antisipasi kami untuk memecah arus. Kalau dalam kondisi normal semua melalui Merak, tapi untuk kondisi Lebaran kami optimalkan empat pelabuhan yang tadi saya sebutkan,” katanya.

Menurut Dudy, arus mudik di Banten memiliki karakter berbeda dibanding jalur menuju wilayah timur Pulau Jawa. Arus kendaraan dari Jabodetabek ke arah timur cenderung terdistribusi ke berbagai kota.

“Arus mudik ke arah Timur memang besar, namun arus tersebut akan terpecah ke berbagai kota seperti Cirebon, Brebes, Tegal, hingga Semarang. Jika ada 1.000 kendaraan dari Jabodetabek ke arah Timur, tidak semuanya sampai di ujung Jawa,” jelasnya.

Sebaliknya, arus kendaraan menuju Sumatra terkonsentrasi di satu titik.

Baca Juga :  Waspadai Virus Nipah, Pemprov Banten Perketat Pengawasan di Bandara Soetta

“Kalau dari 1.000 kendaraan dari Jabodetabek menuju Merak, maka itu akan 1.000. Inilah tugas kami untuk mengurai arus tersebut karena tujuan akhirnya semua masih ke Pulau Sumatra. Kami harus memastikan penyeberangan berjalan tertib agar tidak terjadi kemacetan parah di wilayah Banten,” tegasnya.

Gubernur Banten, Andra Soni menuturkan, rapat koordinasi tersebut menjadi langkah awal untuk mematangkan persiapan angkutan mudik 2026.

“Rapat koordinasi ini merupakan awal. Nanti kami akan terus melakukan koordinasi. Beberapa hal sudah disampaikan dan semuanya akan terus kami bahas supaya penyelenggaraan Angkutan Mudik Tahun 2026 berjalan lancar,” ujarnya.

Penulis : Audindra Kusuma
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd