Beranda Kesehatan 38.127 Warga Banten Menderita TBC

38.127 Warga Banten Menderita TBC

192
0
Ilustrasi. (Foto : doktersehat.com)

SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) tentang Gerakan Banten Eliminasi TBC melalui Temukan, Obati Sampai Sembuh Bersama. Gerakan ini merupakan komitmen Pemprov Banten terhadap peningkatan kesehatan masyarakat khususnya dalam pengendalian tuberculosis yang saat ini masih menjadi perhatian pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, M Yusuf didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Wahyu Santoso. Ia menjelaskan, penyakit TBC masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia.

Saat ini Indonesia menduduki peringkat ke-3 dengan kasus terbanyak di dunia setelah India dan China. Di Provinsi Banten berdasarkan data yang terlaporkan melalui website sistem informasi tuberculosis terpadu dan penyisiran kasus di rumah sakit berjumlah 38.127 kasus atau sekitar 98 persen dari target penemuan, dengan angka keberhasilan pengobatan (sr) kasus TBC tahun 2017 sebesar 90 persen.

Hal itu disampaikan Wahyu saat membuka kegiatan Penguatan Koordinasi Banten TOSS TBC di Aula Dinkes Provinsi Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, beberapa waktu lalu.

Terkait hal tersebut, sebagai bentuk komitmen Pemprov Banten terhadap peningkatan kesehatan masyarakat khususnya dalam pengendalian tuberculosis, Gubernur Banten pada 13 Mei 2018 lalu telah mencanangkan Gerakan Banten Eliminasi Tuberculosis melalui Temukan Obati Sampai Sembuh Bersama.

“Gerakan ini meliputi pencarian terduga penderita TBC secara pasif, aktif, intensif dan masif oleh seluruh OPD dan komponen masyarakat Banten, diperiksa laboratorium dan klinis, diobati dan dipantau sampai sembuh. Disusul dengan terbitnya instruksi gubernur tentang gerakan Banten eliminasi TBC,” terang Yusuf.

Dinkes, lanjutnya, telah berperan aktif dalam penanggulangan penyakit ini baik dari upaya promotif, preventif bahkan kuratif atau pengobatan. Namun agar lebih optimal, diperlukan kerja sama semua pihak agar masyarakat tidak tertular TBC dan penderita TBC bisa mendapat pengobatan yang bermutu sampai sembuh.

“Salah satu yang cukup penting adalah keterlibatan semua stakeholder untuk dapat berperan aktif dalam pengendalian TBC sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Dan diharapkan dengan pertemuan koordinasi ini kita dapat meningkatkan komitmen kita dan bersama-sama melakukan akselerasi eliminasi tuberculosis di Provinsi Banten,” ujarnya. (You/Red)