Beranda Pendidikan Prodi Ilmu Pemerintahan Untirta Pertemukan Akademisi Dalam dan Luar Negeri di ICDeSA

Prodi Ilmu Pemerintahan Untirta Pertemukan Akademisi Dalam dan Luar Negeri di ICDeSA

231
0
Gerbang kampus Untirta.

 

SERANG – Prodi Ilmu Pemerintahan Untirta dan Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Kyoto Univesity bakal mempertemukan para akademisi dari dalam dan luar negeri untuk menyampaikan hasil penelitian dalam International Conference on Democratisation in Southeast Asia (ICDeSA) yang akan berlangsung 4 dan 5 September 2019. Pengiriman abstrak penelitian sampai 30 Mei 2019.

“Semua paper akan diterbitkan dalam proceeding Atlantis Press, terindeks Thomson Reuters dan Paper terseleksi berkesempatan terbit di Southeast Asian Studies (Terindeks Scopus Q3),” kata Abdul Hamid, Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan Untirta, Senin (27/5/2019).

Topik paper meliputi: (1) Local Politics and Decentralization (2) Digital Governance and Citizenship (3) Political Party and Election in South East Asian Countries (4) Conflict and Reconciliation in South East Asian Countries (5) Sustainable Development Goals in South East Asian Countries (6) Corruption and Clientelism (7) Education & Social Change.

Dikatakan, ICDeSA bukan sekadar konferensi internasional yang menjanjikan publikasi dalam proceeding terindeks global dan jurnal terindeks scopus. Menurutnya, konferensi ini adalah forum akademik yang mempertemukan para akademisi dalam dan luar negeri. Terdapat setidaknya 9 Profesor dari Jepang, Australia, Korea Selatan, Taiwan, Malaysia dan Indonesia yang akan hadir sebagai pembicara utama. Peserta juga sudah lebih dari 75 pemakalah dari dalam dan luar negeri yang mendaftar.

“Ini merupakan kontribusi Prodi Ilmu Pemerintahan Untirta bagi pengembangan kajian Asia Tenggara di Indonesia dan internasionalisasi Untirta,” ujarnya.

Dikatakan, dalam acara ini  terdapat 9 keynote & invited ppeaker yang menjadi pembicara: dari CSEAS Kyoto ada Prof Dr Yoko Hayami, Prof Dr Okamoto Masaaki dan Prof Dr Yoshihiro Nakanishi; dari Flinders University ada Prof Dr Janet Mc Intyre; kemudian Prof Je Seong Jeon dari Institute of Southeast Asian Studies Chonbuk National University, selain itu dari CSEAS Taiwan ada Dr Alan Hao Yang; dari P2P LIPI ada Prof Dr Firman Noor, dan dari UPM ada Prof Dr Jayum serta Dr. Hermin Indah Wahyuni dari PSKAT UGM. (ink/Red)