PANDEGLANG — Warga Kampung Sarkawana, RT 03/RW 05, Kelurahan Cilaja, Kecamatan Majasari, kembali turun tangan memperbaiki jalan yang puluhan tahun mereka tunggu dari pemerintah. Warga patungan uang dan tenaga untuk mengaspal jalan sepanjang sekitar 1 kilometer.
Jalan tersebut menghubungkan Kelurahan Cilaja dengan Kelurahan Pandeglang. Warga mengaku sudah berkali-kali mengusulkan perbaikan, tetapi pemerintah tak kunjung merealisasikannya.
Ketua RW 05 Kampung Sarkawana, Abdurrahman mengatakan, warga memilih bergerak sendiri karena sudah lelah menunggu pembangunan.
“Kurang lebih 30 tahun jalan ini tidak pernah ada sentuhan dari pemerintah. Sudah diusulkan ke mana-mana, tapi tidak ada hasil. Akhirnya kami bergerak sendiri, gotong royong dan swadaya,” kata Abdurrahman, Jumat (28/8/2026).
Ironisnya, jalan tersebut hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari pusat Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Pandeglang. Namun, warga tetap harus menghadapi jalan rusak selama puluhan tahun.
“Jaraknya paling sekitar satu kilometer dari kantor kabupaten, tapi selama 30 tahun belum pernah dibangun,” ujarnya.
Abdurrahman menyebut, aksi warga bukan sekadar gotong royong. Ia menilai langkah tersebut menjadi bentuk kekecewaan karena pemerintah tak kunjung menjawab kebutuhan dasar warga.
“Kalau demo ke kantor kabupaten makan biaya, tenaga, bahkan bisa benturan dengan aparat. Lebih baik kami bangun jalan sendiri. Ini lebih menusuk, biar pemerintah tergugah hatinya,” ucapnya.
Warga menargetkan perbaikan hingga sepanjang 3 kilometer. Sebelumnya, mereka juga patungan memperbaiki jembatan yang rusak parah agar kembali bisa digunakan masyarakat.
Abdurrahman berharap, Pemkab Pandeglang segera turun tangan dan mengambil alih perbaikan dengan pembangunan yang lebih permanen.
“Kami sudah kewalahan patungan tenaga dan dana. Semoga pemerintah turun tangan dan membangun jalan ini dengan lebih baik dan lebih kuat,” pungkasnya.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
