
PANDEGLANG — Sekitar 30 persen ruang sekolah di Kabupaten Pandeglang masih membutuhkan revitalisasi. Kondisi itu menunjukkan persoalan sarana pendidikan di daerah tersebut belum tuntas.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang, Sutoto mengatakan, kebutuhan perbaikan tersebar di sejumlah jenjang pendidikan, terutama SD dan SMP.
“Untuk SD saja masih sekitar 300 ruangan,” kata Sutoto, Senin (31/8/2026).
Pemkab Pandeglang kini mengandalkan program revitalisasi dari pemerintah pusat untuk mengejar ketertinggalan sarana pendidikan tersebut. Sutoto menegaskan, APBD Kabupaten Pandeglang tidak memiliki anggaran khusus untuk program revitalisasi yang tengah berjalan.
“Pandeglang tidak ada anggaran untuk revitalisasi. Anggarannya langsung dari kementerian,” tegasnya.
Sutoto menjelaskan, Disdikpora hanya memverifikasi usulan dari sekolah. Dinas memeriksa kondisi bangunan dan memastikan tingkat kerusakannya sebelum sekolah masuk dalam usulan revitalisasi.
“Sekolah mengusulkan, kita dinas hanya memverifikasi, benar tidak rusak. Tingkat kerusakannya saja,” ujarnya.
Setelah pemerintah pusat menyetujui usulan, sekolah mengelola langsung pelaksanaan revitalisasi. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah membuat perjanjian kerja sama dengan pejabat pembuat komitmen (PPK) dan kepala sekolah sebelum menyalurkan anggaran ke sekolah.
“Nanti ada perjanjian kerja sama antara Kementerian Dikdasmen dengan PPK dan kepala sekolah. Uangnya masuk ke sekolah,” kata Sutoto.
Sekolah juga membentuk panitia pembangunan satuan pendidikan untuk mengelola pekerjaan fisik. Disdikpora tidak menangani langsung pembangunan tersebut.
“Pelaksanaannya tergantung sekolah. Itu diserahkan semua, ada panitia pembangunan satuan pendidikan,” sambungnya.
Sutoto memastikan program revitalisasi masih berjalan. Pemerintah daerah berharap program tersebut mampu memangkas jumlah ruang kelas yang tidak memenuhi kelayakan dan memperbaiki kualitas fasilitas belajar siswa.
“Masih progres. Kita tuntaskan melalui program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto, yaitu revitalisasi sekolah,” ujarnya.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd