
LEBAK – Tiga Pejuang NKRI binaan Satgaswil Banten Densus 88 Antiteror Polri ikut mengibarkan semangat kebangsaan dalam Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Alun-alun Lebak, Senin (17/8/2026).
Keikutsertaan mereka bukan sekadar menghadiri seremoni tahunan. Densus 88 menjadikan momentum tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus mendorong proses deradikalisasi.
Kepala Satgaswil Banten Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana, mengatakan ketiga Pejuang NKRI tersebut sudah lima kali mengikuti upacara HUT RI di Kabupaten Lebak.
“Keikutsertaan mereka dalam upacara peringatan HUT RI ini sebenarnya sudah tahun kelima,” kata Mayndra.
Menurut Mayndra, kehadiran mereka menunjukkan ruang kebangsaan terbuka bagi setiap warga negara. Ia juga menilai keterlibatan langsung dalam kegiatan kenegaraan dapat memperkuat kembali rasa cinta terhadap Indonesia.
“Ini untuk meningkatkan wawasan kebangsaan terhadap rekan-rekan kita semua dan ini sebagai salah satu upaya deradikalisasi,” ujarnya.
Mayndra menegaskan, deradikalisasi tidak cukup mengandalkan aparat. Masyarakat juga harus mengambil peran untuk mencegah berkembangnya intoleransi, paham radikal, dan terorisme.
Ia berharap para Pejuang NKRI yang menjalani pembinaan dapat ikut mengajak masyarakat menjaga lingkungan dari pengaruh paham tersebut, khususnya di wilayah Banten.
“Hadirnya rekan-rekan Pejuang NKRI ini memberi warna baru, bahwa dalam melakukan deradikalisasi harus dilakukan secara bersama-sama dan menjadi kewajiban semua warga negara,” katanya.
Mayndra juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap penyebaran paham intoleran dan radikal. Menurutnya, penyebaran ideologi tersebut kini tidak hanya berlangsung di ruang publik, tetapi juga bergerak melalui media sosial.
Ia mengajak masyarakat Kabupaten Lebak bersama-sama dengan Satgaswil Banten Densus 88 melawan penyebaran paham intoleran, radikal, dan terorisme.
“Ayo sama-sama kita melawan paham intoleran, radikal dan terorisme, karena kalau paham itu kita biarkan akan menjadi kehancuran bagi bangsa Indonesia,” tandasnya.
Penulis : Mg-Aldo Marantika
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd