Beranda Hukum 3 Nelayan Terate Jadi Tersangka Penyelundupan Baby Lobster di Lampung, Masyarakat Tuntut...

3 Nelayan Terate Jadi Tersangka Penyelundupan Baby Lobster di Lampung, Masyarakat Tuntut Keadilan

183
0
Penangkapan Dugaan Penyelundupan Baby Lobster di Lampung Timur. Foto: istimewa

KAB. SERANG – Tiga nelayan asal Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang menjadi korban dugaan kasus penyelundupan bayi lobster di Lampung, kini ketiganya telah ditahan di Polda Lampung.

Identitas ketiga nelayan tersebut adalah Juher, Marwan, dan Arifin. Ketiganya ditangkap di Sungai Muara Penet, Labuhan Maringgai, Lampung Timur saat Polair Polda Lampung sedang melakukan pemeriksaan.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Terate, Muhamad Toha menyebutkan kejadian itu bermula pada Kamis (6/5/2021) saat ketiga nelayan mendapatkan tawaran untuk mengantar rombongan yang berisikan tiga orang dan sejumlah boks dengan tujuan ke Lampung.

“Jadi yang menyewa ini mengakunya itu hanya berisikan baju-baju dan ikan asin, jadi ya para nelayan ini taunya itu hanya ikan asin. Tapi saat pemeriksaan di Lampung, baru ketahuan kalau ternyata itu baby lobster,” ujarnya kepada BantenNews.co.id, Kamis (10/6/2021).

Dikatakan Toha, dari pemeriksaan tersebut hanya tiga nelayan yang ditahan. Sementara tiga penumpang yang menyewa perahu dengan membawa 38 boks tersebut tidak ditahan. Para nelayan dituding menyelundupkan sebanyak 38 boks bayi lobster dengan taksiran senilai Rp33 miliar.

Diwawancarai terpisah, Tokoh Masyarakat Desa Terate, Ahsanul Agam menuntut keadilan bagi para nelayan yang menjadi korban kasus dugaan penyelundupan bayi lobster.

“Saat dilakukan penangkapan kenapa hanya nelayan kecil ini yang ditangkap sementara yang tiga lainnya (penyewa-red) itu kenapa tidak tersentuh sampai sekarang, saya mengharap semoga hukum ini tidak tumpul,” ujarnya.

Hingga saat ini Pemerintah Desa Terate bersama masyarakat setempat melakukan upaya pemberian bantuan hukum terhadap ketiga nelayan tersebut.

(Nin/Red)