Beranda Berita Premiun 3 Camat di Pandeglang Promosi Eselon II, Penyegaran Birokrasi atau Politik Balas...

3 Camat di Pandeglang Promosi Eselon II, Penyegaran Birokrasi atau Politik Balas Budi?

Bupati Pandeglang Rade Dewi Setiani menyaksikan penandatanganan berita acara pelantikan camat. (Memed/bantennews)

PANDEGLANG – Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani melantik tiga Camat yang promosi menjabat sebagai kepala dinas atau pejabat eselon II. Ketiga Camat itu yakni, Camat Pulosari Gimas Rahardian, Camat Sindangresmi Mukhlis Arifin, dan Camat Cisata, Asep Setia Permana.

Pelantikan tiga pejabat dipimpin langsung Raden Dewi Setiani di ruang Oproom Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, Senin (4/8/2025).

Di sisi lain, promosi tiga pejabat dari eselon III menjadi eselon II itu menimbulkan tanda tanya. Apakah benar sebagai penyegaran birokrasi dan pengisian jabatan yang kosong atau politik balas budi usai Pilkada Bupati Pandeglang kemarin.

Sebab, ketiga Camat yang baru dilantik ini merupakan peringkat 10 besar dalam perolehan suara pasangan Raden Dewi Setiani dan Iing Andri Supriadi.

Diketahui, Camat Pulosari, Gimas Rahardian yang dilantik menjadi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) merupakan peringkat pertama peroleh suara di Pilkada 2024 kemarin tingkat kecamatan se-Kabupaten Pandeglang dengan persentase peroleh suara sebesar 84 persen.

Camat Sindangresmi, Mukhlis Arifin yang menjabat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) merupakan peringkat kelima perolehan suara tingkat kecamatan dengan perolehan suara sebesar 75 persen.

Selanjutnya, Camat Cisata, Asep Setia Permana yang kini menduduki jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) merupakan peringkat kesembilan perolehan suara tingkat kecamatan dengan persentase 73 persen.

Saat ditanya apakah pelantikan yang baru saja dilakukan merupakan balas budi atas peroleh suara pada Pilkada kemarin, Dewi secara tidak langsung membantahnya.

Ia memastikan keputusan tersebut merupakan hasil seleksi yang dilakukan pada 2024 kemarin dan baru bisa dilantik sekarang.

“Itu rekomendasi dari Menpan RB, sudah melalui open bidding hasil seleksi Lembaga Administrasi Negara (LAN) di tahun 2024, sebelum (Pilkada) dan sudah mendapat rekomendasi bahwa hari ini harus segara dilantik,” kata Dewi sambil menghindari wartawan.

Baca Juga :  Mendikbud Bakal Berikan Bantuan Komputer untuk UNBK di Pandeglang

Selain Bupati, Plt Sekda Pandeglang, Asep Rahmat juga membantah jika pelantikan para Camat tersebut berbau politis.

Kata dia, mereka yang dilantik sudah sesuai mekanisme seleksi dan pendaftaran menjadi Kadis serta Kaban sudah dibuka sejak Agustus 2024 lalu.

Ia menjelaskan, untuk menjadi pejabat eselon II harus mengikuti tahapan seleksi mulai dari pendataan, seleksi administrasi, seleksi kompetensi hingga wawancara.

Selain itu, seleksi tersebut dilakukan bukan hanya di tingkat daerah melainkan harus melalui LAN.

“Nggak ada sama sekali (politik balas budi-red). Setelah lulus administrasi diberangkatkan ke LAN yang dimulai pada Agustus 2024, di LAN juga dites kembali mulai dari akademik, psikotes, pengalaman dan wawancara. Setelah itu baru dinyatakan lulus atau tidak,” tambahnya.

Penulis : Memed
Editor: Tb Moch. Ibnu Rushd