Beranda Pemerintahan 294 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen, Distan Lebak Turunkan Pompa Air

294 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen, Distan Lebak Turunkan Pompa Air

Petani di Lebak saat memanfaatkan pompa untuk mengairi sawah mereka yang terdampak kekeringan. (Mg-Aldo Marantika/Bantennews)

LEBAK – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak bergerak cepat menghadapi musim kemarau dengan menyalurkan bantuan pompa air ke wilayah terdampak. Langkah ini dilakukan untuk mencegah gagal panen di 294 hektare sawah yang mulai dilanda kekeringan.

Kepala Distan Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar mengatakan, kemarau panjang selama dua bulan terakhir menjadi penyebab utama berkurangnya pasokan air ke lahan pertanian.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Kabupaten Lebak, tetapi juga melanda sejumlah daerah di Indonesia.

“Dalam dua bulan ini kita tidak mendapat hujan. Bukan hanya di Kabupaten Lebak, kabupaten lain di seluruh Indonesia juga mengalami kondisi yang sama,” kata Rahmat kepada wartawan, Rabu (22/7/2026).

Rahmat menjelaskan, laporan awal mencatat sekitar 700 hektare sawah terdampak kekeringan. Namun setelah tim melakukan verifikasi, luas lahan yang benar-benar terdampak mencapai 294 hektare.

Sawah terdampak tersebar di tujuh kecamatan, yakni Warunggunung, Cibadak, Kalanganyar, Rangkasbitung, Maja, Muncang, dan Cipanas.

Untuk mengurangi dampak kekeringan, Distan langsung mengoptimalkan pompa air yang sudah dimiliki kelompok tani dan pemerintah. Petugas juga mengarahkan petani memanfaatkan sumber air permukaan yang masih tersedia di sekitar lahan.

“Kalau di lokasi masih ada sumber air, terutama air permukaan dan jaraknya dekat dengan lahan, kami langsung mengaktifkan dan mengoptimalkan pompa yang sudah ada di kelompok tani maupun kecamatan,” ujarnya.

Selain mengoptimalkan pompa yang tersedia, pihaknya juga membangun jaringan irigasi perpompaan di sejumlah titik dengan dukungan Kementerian Pertanian (Kementan). Program tersebut diharapkan mampu menekan dampak kekeringan agar tidak meluas.

“Bantuan irigasi perpompaan dari Kementerian Pertanian saat ini masih dalam tahap pembangunan untuk mengantisipasi meluasnya kekeringan,” jelas Rahmat.

Rahmat menambahkan, berdasarkan data Kementerian ATR/BPN, Kabupaten Lebak memiliki sekitar 51.907 hektare lahan baku sawah, menjadikannya daerah dengan luas sawah terbesar kedua di Provinsi Banten.

Baca Juga :  Potensi Raup Rp20 Miliar Sekali Musim Tanam, Ali Optimis Terjun di Pertanian

Dengan luas lahan tersebut, Distan Kabupaten Lebak terus memantau perkembangan kondisi sawah di lapangan agar penanganan kekeringan dapat dilakukan secepat mungkin.

“Kami terus melakukan pemantauan dan pendataan agar penanganan kekeringan bisa berjalan cepat dan tepat,” tegasnya.

Penulis : Mg-Aldo Marantika
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd