KAB. SERANG – Sebanyak 25 rumah warga di Kampung Kedung Cinde, Desa Katulisan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, terdampak bencana longsor akibat luapan Sungai Cisangu, anak Sungai Ciujung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (3/1/2026). Luapan sungai mengikis bantaran hingga menyebabkan tanah longsor di permukiman warga yang berada di pinggir aliran sungai.
Dari total 25 rumah yang terdampak, tiga unit dilaporkan mengalami kerusakan berat, sementara sisanya mengalami kerusakan ringan.
Camat Cikeusal, Lutfi, membenarkan terjadinya bencana longsor tersebut. Ia mengatakan kejadian berlangsung saat hujan deras melanda wilayah Cikeusal beberapa hari lalu.
“Ya benar, kejadiannya sudah dua hari lalu, saat hujan besar,” kata Lutfi saat ditemui di lokasi, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, longsor dipicu oleh meluapnya Sungai Cisangu akibat tingginya curah hujan. “Hujan deras membuat Sungai Cisangu meluap dan mengikis bantaran sungai hingga terjadi longsor,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, mengatakan pemerintah daerah telah mengambil langkah cepat dengan merelokasi sementara warga terdampak ke rumah kontrakan.
“Sore tadi saya meninjau langsung lokasi. Posisi rumah warga memang berada di pinggiran Sungai Cisangu. Longsor cukup dalam, sekitar delapan meter,” kata Zakiyah usai meninjau lokasi bencana.
Ia menjelaskan, relokasi difokuskan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah, terutama yang lebih dari 50 persen bangunannya tertimbun longsor.
“Saya minta untuk direlokasi. Alhamdulillah, warga Desa Katulisan, Kampung Kedung Cinde, bersedia menyewakan rumahnya untuk tempat tinggal sementara korban longsor,” ujarnya.
Zakiyah menyebutkan, dari tiga rumah yang mengalami kerusakan berat, baru satu keluarga yang telah direlokasi. “Yang paling parah ada tiga rumah, dan yang baru direlokasi saat ini baru satu rumah,” terangnya.
Menurutnya, pembangunan kembali rumah warga belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena membutuhkan pengadaan lahan serta koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau–Ciujung–Cidurian (BBWSC3) dan kementerian terkait.
“Untuk sementara, fokus kami adalah relokasi demi keselamatan warga. Pembangunan memerlukan proses dan kewenangan lintas instansi. Kami akan terus berkoordinasi dengan BBWSC3 dan pihak terkait untuk mitigasi risiko,” jelasnya.
Zakiyah juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem, relokasi menjadi langkah mitigasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Serang, Yadi Priyadi Rochdian, mengatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan logistik berupa sembako kepada warga terdampak.
“Hari ini kami menyalurkan bantuan sembako untuk korban longsor, tidak hanya di Kecamatan Cikeusal, tetapi juga di wilayah terdampak lainnya seperti Kecamatan Pontang. Penyaluran dilakukan dengan koordinasi bersama pihak kecamatan,” ujarnya.
Penulis: Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor: Usman Temposo
