KAB. TANGERANG – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Keberhasilan (DLHK) Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat menyebut, dari 30 hanya 8 Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di wilayahnya yang saat ini aktif beroperasi.
Dengan kata lain, masih ada 22 TPS3R yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dibangun oleh pemerintah pusat dan daerah itu tidak aktif.
“Yang aktif ini sekarang perkiraan sekitar 8 TPS3R,” ujar Ujat di TPST Suvarna Sutra di Sindang Jaya, Senin (22/9/2025).
Ujat mengungkapkan, fakta utama penyebab puluhan TPS3R tersebut tidak aktif. Menurut Ujat, salah satu penyebab utamanya adalah kurangnya pemahaman dalam mengelola sampah.
Selain itu, Ia juga menganalogikan pengelolaan TPS3R seperti membangun sebuah usaha.
“Menurut saya, mungkin ada yang cepat menyerah pengelolaannya. Seperti bisnis, sekali gagal langsung menyerah,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, pengelolaan sampah membutuhkan perjuangan yang berat meskipun hasilnya belum seimbang antara pengelolaan dan pendapatan. Ujat menegaskan, jika mengelola sampah penting karena turut menyelamatkan lingkungan.
“Paling tidak, kita membantu menyelamatkan lingkungan dari awal,” tegasnya.
Penulis : Saepulloh
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
