Beranda Peristiwa 22 Desember, Bencana Tsunami Terjang Pandeglang

22 Desember, Bencana Tsunami Terjang Pandeglang

Tiga unit mobil menghantam sebuah rumah akibat tergerus gelombang tsunami, di Cinangka, Serang, Banten. (Qizink/bantennews)

PANDEGLANG – 22 Desember merupakan hari bersejarah, khususnya di Kabupaten Pandeglang. Tepat dua tahun lalu, yakni 22 Desember 2018 bencana Tsunami menghempas wilayah pesisir Pandeglang. Kecamatan Sumur, Carita dan wilayah pantai lainnya di Pandeglang tersapu gelombang.

Tak hanya Pandeglang, Kabupaten Serang juga terkena dampak tsunami akibat longsoran Gunung Anak Krakatau, yang merupakan gunung api yang berada di Selat Sunda.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya terdapat 296 orang meninggal.

Selain korban meninggal, tercatat 14.059 orang luka-luka, 16 orang hilang, dan 33.721 orang mengungsi.

Dua tahun pasca bencana, lokasi terdampak tsunami mulai bangkit. Sektor pariwisata seperti Tanjung Lesung dan di wilayah Carita yang terkena dampak paling parah mulai bangkit.

Sementara masyarakat yang terdampak korban tsunami mulai kembali menata hidup baru.

Pemkab Pandeglang juga telah menyiapkan Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi para korban. Diharapkan hunian ini bisa menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi para korban tsunami yang hancur tersapu gelombang.

Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pandeglang Surya Darmawan mengatakan pembangunan Huntap hampir rampung.

“Insya Allah minta doanya agar pembangunan Huntap bisa selesai sesuai target yang ditetapkan, yaitu sekitar pertengahan bulan Desember,” ungkapnya belum lama ini.

(Man/Red)