Beranda Pesona Ramadan Badan Lemas Usai Buka Puasa? Hindari 3 Makanan ini

Badan Lemas Usai Buka Puasa? Hindari 3 Makanan ini

40
0

Saatnya berbuka puasa! Segala hidangan lezat tersedia lengkap di meja makan. Namun, tiba-tiba saja badan lemas seolah Anda belum berbuka puasa. Pernahkah merasakan ini?

Lemas saat berpuasa mungkin biasa Anda rasakan. Tapi jika sudah berbuka tapi masih merasa lemas, hal ini pastinya akan membuat Anda jengkel karena tidak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Karena itu, Anda harus cermat dalam memilih makanan untuk berbuka puasa, serta memperhatikan porsinya.

Yuk, ketahui apa saja makanan yang sebaiknya dibatasi saat berbuka puasa! Berikut seperti dilansir jpnn.com.

1. Makanan yang tinggi karbohidrat dan kalori.

Setelah Anda merasakan lapar selama berpuasa sehari penuh, mungkin yang ada di benak saat berbuka puasa adalah keinginan untuk makan apa pun yang berkalori tinggi agar tidak lemas lagi. Namun, tahan dulu keinginan Anda karena tindakan itu malah bikin badan lemas usai berbuka puasa.

Lalu, kenapa makanan berkalori tinggi bisa memicu badan lemas?

Saat Anda mengonsumsi makanan tinggi kalori, maka produksi insulin pun juga akan berlebihan. Sekresi insulin yang berlebihan menyebabkan triptofan berpindah ke otak, kemudian terjadilah proses metabolisme menjadi serotonin dan melatonin. Neurotransmiter ini memiliki efek menenangkan dan membantu mengatur tidur, sehingga badan Anda akan terasa lelah.

Untuk menyeimbangkan gula darah dan insulin agar tidak terlalu meningkat secara cepat, sebaiknya pilih makanan tinggi serat dan protein seperti gandum dan kacang-kacangan.

2. Daging merah (dalam jumlah berlebihan).

Daging merah memang baik untuk tubuh, tapi dengan jumlah yang cukup. Jika Anda mengonsumsi daging merah secara berlebihan justru akan membuat tubuh lemas. Mungkin Anda pernah merasakan hal tersebut, tiba-tiba tenaga langsung buyar setelah makan berpiring-piring daging kambing.

Alasannya adalah karena daging merah mengandung tinggi protein yang membuat tubuh harus bekerja keras dalam mencerna daging tersebut. Hal ini juga akan membuat Anda membutuhkan banyak energi untuk proses tersebut. Padahal sebelumnya Anda baru saja melakukan puasa sehari penuh. Jadi belum ada kalori yang diubah menjadi energi untuk proses tersebut.

3. Teh atau kopi.

Selama bulan Ramadan ini, Anda berpuasa selama kurang lebih 13 jam, tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan dan minuman apa pun. Dengan kata lain, tubuh Anda saat itu bisa saja mengalami dehidrasi (walaupun hanya dehidrasi ringan). Minum teh atau kopi saat berbuka puasa dapat membuat dehidrasi dalam tubuh makin menjadi, karena efek diuretik yang dimiliki kedua minuman tersebut.

Dehidrasi yang makin menjadi inilah yang akan membuat Anda merasa lemas. Jadi, sebaiknya hindari mengonsumsi minuman yang mengandung kafein, seperti teh, kopi, minuman bersoda. Tujuannya untuk mencegah terjadinya dehidrasi yang makin parah serta badan lemas.

Sebenarnya, makanan atau minuman manis boleh dijadikan santapan awal berbuka puasa, tapi tidak boleh terlalu banyak. Konsumsilah dengan secukupnya. Jika terlalu banyak malah dapat memicu badan lemas atau gangguan kesehatan lain.

Setelah itu, Anda bisa melanjutkan dengan makan ‘besar’ yang bergizi seimbang, dengan paduan karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, dan mineral. (Red)