Beranda Peristiwa Jalan Beton Beda Tinggi, Jalur Wisata Menuju Anyer Rawan Kecelakaan

Jalan Beton Beda Tinggi, Jalur Wisata Menuju Anyer Rawan Kecelakaan

76
0
Sejumlah warga di Desa Cinangka, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang mengeluhkan kondisi jalan di wilayah tersebut. Pasalnya, meskipun sudah dilakukan pengecoran namun kodisi jalan milik provinsi ini terlihat beda tinggi dengan lahan yang akan di bangun trotoar.

SERANG – Sejumlah warga di Desa Cinangka, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang mengeluhkan kondisi jalan di wilayah tersebut. Pasalnya, meskipun sudah dilakukan pengecoran namun kodisi jalan milik provinsi ini terlihat beda tinggi dengan lahan yang akan di bangun trotoar.

“Jalan sama lahan trotoar beda tinggi, bahaya bagi pengendara,” kata Agung warga Kampung Cinangka III, Minggu (10/6/2018).

Menurutnya, kondisi ini sudah berlangsung sejak dibangunya jalan Palka-Pasar Teneng awal tahun lalu oleh Pemprov Banten. Maka itu, Agung berharap kepada Pemprov Banten untuk segera meratakan lahan yang berlobang tersebut.

“Kalau musik liburan lebaran ini jadi jaluar utama mau ke pantai anyer dan cinangka. Banyak wisatawan lewat sini terutama pengendara motor, mereka kan gak tau jalan seperti apa kondisinya,” ucapnya.

Hal yang sama juga dikeluhkan Muslim. Tukang ojek yang biasa mangkal di simpang teneng ini merasa khawatir jika lahan tanah yang ada di tengah jalan tersebut belum di ratakan. Apalagi jika jalur tersebut kurang penerangan jalan.

“Beda tingginya sekitar 15-20 cm, kalau motor mau mendahului bisa jatoh. Kalau malem bahaya,” kata Muslim.

Berdasarkan pantauan, selain kondisi jalan yang beda tinggi, dijalur ini juga masih ada jalan yang belum selesai dikerjakan karena terkendala oleh pembebasan lahan.

“Rencananya kan mau empat jalur sampe simpang teneng, tapi sampai sekarang sisanya belum juga dibangun. Ada juga yang belum dibebaskan,” ungkap Hikmat, warga Desa Cinangka.

Persoalan lainnya juga, lanjut Hikmat yang harus diwaspadai adalah longsor dan minimnya penerangan jalan umum (PJU).

Di sepanjang jalur Pabuaran sampai Cinangka, jika malam hari kondisinya gelap. Hanya ada beberapa lampu saja, itupun penerangan dari rumah warga sekitar.

“Ada beberapa titik jalan bersebelahan dengan dinding tebing tanah, dan jika hujan lebat, dikhawatirkan longsor menimpa pengendara. Salah satunya di kampung Sadatani dan Kubang Baros, ” kata Hikmat.

“Kepada pemda mohon dibuatkan rambu-rambu peringatan,” pintanya. (Ink/Red)