Beranda Sosial dan Budaya Hari Raya Idul Fitri ACT Tak Absen Layani Umat

Hari Raya Idul Fitri ACT Tak Absen Layani Umat

40
0
SERANG – Kiprah lembaga kemanusiaan global Aksi Cepat Tanggap (ACT) selama Ramadhan tak pernah berhenti walau sesaat, baik di dalam maupun luar negeri. Di dalam negeri ada program Buka Puasa Bersama Jakarta Bahagia (BBJB) yang digagas bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, program Kapal Ramadhan ke sejumlah wilayah tepian negeri  hingga yang terbaru pendistribusian Paket Pangan Ramadhan (PPR) kepada masyarakat serta prajurit TNI penjaga kawasan tapal batas.

Di luar negeri tak kalah eksis, dapur umum ACT tetap melayani ifthar dan sahur untuk  pengungsi Suriah di Turki, warga Gaza Palestina serta di kamp pengungsian Rohingya yang ada di Bangladesh. Kegiatan-kegiatan tersebut berlangsung selama satu bulan penuh hingga memasuki hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah.

Di Tanah Air, program BBJB sukses dilaksanakan selama 20 hari di 114 RW padat dan miskin di seantero jakarta dengan lebih dari 200 ribu jiwa penerima manfaat. Program ini ditutup tanggal 6 Juni lalu leh Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan. Di saat bersamaan, ACT juga menggelar kegiatan distribusi bantuan pangan melalui program Kapal Ramadhan ke sejumlah wilayah pedalaman di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilakukan serentak di  14 Cabang ACT yang tersebar di seluruh Indonesia.

Belum selesai program ini, amanah lain juga harus dijalankan team implementasi program ACT. Amanah itu adalah untuk melakukan pendistribusian paket pangan Ramadhan kepada masyarakat dan prajurit penjaga tapal batas di sejumlah wilayah terluar negara Indonesia tercinta. Sebut saja ada di kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, NTT hingga Papua.

Kegiatan ini baru berakhir H-2 lebaran. Pasukan relawan ACT mulai meninggalkan daerah implementasi dengan diiringi senyuman sumringah dari masyarakat dan prajurit-prajurit TNI di tapal batas. Bertepatan dengan kembalinya para relawan dari perbatasan, ACT kembali harus berjibaku mengerahkan pasukan medisnya dengan membuka posko di pelabuhan Merak banten.

Posko ini khusus memberikan bantuan pelayanan medis bagi para pemudik. Posko ini juga didukung mobil ambulan pre hospital yang superkeren, lengkap dengan fasilitas pelayanan medis berstandar internasional. Sejumlah dokter serta paramedis dan relawan juga turut hadir dalam mendukung program ini. Selain pelayanan medis, posko ACT juga memberikan pelayanan pijat dari para relawan terapis profesional serta pendistribusian takjil bagi para pemudik yang akan berbuka puasa di hari-hari terakhir Ramadhan.

Di tengah penyiapan program menjelang Idul Fitri tersebut, ACT mendapatkan kabar gembira dihadiahi hasil audit akuntan publik independent berupa predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). WTP adalah predikat tertinggi dalam sebuah proses audit keuangan. “Sejak lembaga ini berdiri 13 tahun silam, predikat WTP itu selalu melekat. Ini bukti pengelolaan keuangan lembaga telah dilakukan secara profesional,” tandas Senior Vice President ACT, N Imam Akbari.

Kembali disinggung soal program di Hari Raya Idul Fitri, ACT masih terus bekerja untuk umat. Menurut Vice President bidang Komunikasi, Iqbal Setyarso, ACT akan tetap mengoperasikan food truck untuk pembagian makanan gratis bagi 1000 pemudik setiap harinya. “Untuk umat, kami berupaya selalu hadir membersamai,  di hari libur sekalipun. Layanan Food Truck ini tak berhenti sejak awal Ramadhan,” ungkap Iqbal.

Di momen menjelang hari Raya Idul Fitri ini, Iqbal mewakili lembaga menyampaikan “Taqoballahu minna wa minkum kepada seluruh muslimin Indonesia dimanapun berada. Bila dalam setiap kiprahnya ACT, ada yang kurang berkenan atau belum terjangkau oleh kami, mohon dibukakan pintu maaf seluas-luasnya. Doakan kami kian sanggup menjangkau seluruh umat yang membutuhkan baik di dalam maupun di luar negeri,” ungkapnya.

Melalui momentum ini, lanjut Iqbal, pihaknya juga mengajak umat untuk terus memperhatikan nasib umat manusia lainnya yang masih menderita. Pada dasarnya nestapa manusua tidak kenal kata l. “Untuk itu, hari ini saya kembali mengajak seluruh masyarakat Indonesia, jangan libur beramak, karena Allah tak pernah libur mencurahkan keberkahan untuk kita. (Red)