Beranda Hukum Begini Cara Polda Banten Urai Antrean Kendaraan di Pelabuhan Merak

Begini Cara Polda Banten Urai Antrean Kendaraan di Pelabuhan Merak

64
0
Foto istimewa

SERANG – Kapolda Banten Brigjen Listyo Sigit Prabowo melakukan peninjauan mudik di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Kota Cilegon. Kapolda melakukan peninjauan ke pos keamanan dan pos pelayanan Mudik Lebaran 2018, Minggu (10/6/2018).

Usai melakukan peninjauan Kapolda mengatakan ada evaluasi yang dilakukan khususnya di Dermaga VI. Dermaga VI pada tahun lalu dikhususkan hanya untuk sepeda motor dan menjadi penyebab kemacetan.

“Masalah motor tidak hanya diberikan pelayanan di Dermaga VI. Tapi, diberikan pelayanan di dermaga lain. Sehingga penumpukan tidak terlalu panjang dan kemacetan akan terpecah,” ujar Kapolda dilansir merdeka.com.

Listyo juga mengimbau agar pemudik diminta mematikan kendaraan saat antre masuk ke dalam kapal. Suasana panas dan asap menurutnya bisa menyebabkan keadaan kurang tenang.

“Ini perlu ada pengaturan sendiri. Dalam posisi seperti itu emosi masyarakat khususnya saat menunggu jadi perhatian kita,” katanya.

Dermaga VI merupakan sebagai pintu masuk kendaraan roda dua ke pelabuhan, dari Dermaga VI akan disalurkan ke dermaga-dermaga lain. Akan ada petugas kepolisian yang akan mengawal motor begitu terjadi antrean.

Dalam kunjungannya, Kapolda yang didampingi seluruh jajarannya, melakukan peninjauan dari Terminal Terpadu Merak, Dergama VI hingga ke dermaga V yang berada di area paling ujung pelabuhan.

Antisipasi teror

Polda Banten menempatkan dua personel polisi dari Brimob dan Ditpolair di tiap kapal yang menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni, Lampung. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terjadinya teror.

Selain itu, Polda Banten juga menyiapkan tim antiteror yang siap diturunkan pada waktu mendesak. Jumlah personel yang diturunkan terdiri dari 1.775 personel dalam menjaga keamanan arus mudik di Banten.

“Kita siapkan Tim Gegana anti teror. Di kapal sendiri kita siapkan personel melekat sehingga apabila ada masalah kita bisa bergerak cepat juga terkait pengawasanya kita pantau,” kata Kapolda Banten.

Kapolda Banten memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada H-3 Lebaran. Penambahan jumlah hari libur yang diterima para pekerja, diprediksi akan menurunkan jumlah kendaraan pada puncak arus mudik dibandingkan tahun kemarin.

“Puncak arus mudik tahun ini bisa di bawah tahun kemarin. Walaupun secara jumlah kita mendapatkan informasi akan ada peningkatan dari tahun kemarin. Karena hari libur lebih panjang, masyarakat bisa memanfaatkan hari tersebut tersebut berangkat. Sehingga H-3 puncak arus mudik bisa lebih kurang,” Kata Kapolda. (Red)