Beranda Gaya Hidup Manfaat Mengerjakan Tugas Rumah bagi ABG Mama

Manfaat Mengerjakan Tugas Rumah bagi ABG Mama

39
0
Ilustrasi - foto istimewa popmama.com

Di zaman modern ini tampaknya pekerjaan rumah tangga lebih dibebankan kepada asisten rumah tangga. Anak pun dinilai tidak patut melakukan pekerjaan tersebut karena dianggap bukan bagian dari tugasnya.

Banyak pula orangtua yang berpendapat bahwa tugas anak hanyalah belajar agar mendapatkan nilai yang bagus di sekolah. Pekerjaan rumah yang seharusnya bisa dikerjakan anak pun semuanya dikerjakan pembantu rumah tangga.

Lalu bagaimana seharusnya.

Anda harus tahu bahwa pekerjaan rumah tidak harus seluruhnya dikerjakan asisten rumah tangga atau Mama sendiri. Pasalnya, ada beberapa pekerjaan ringan yang masih bisa dikerjakan Si Anak tanpa mengganggu tugas utamanya.

Lagi pula, orangtua mana yang tidak ingin memiliki anak yang rajin dan membantu meringankan pekerjaan rumah orangtuanya. Tentunya tidak hanya semata-mata diukur dari beban pekerjaan jadi lebih ringan, melainkan adanya manfaat lain yang bisa diperoleh anak.

Mau tahu keuntungan apa saja sih yang bisa didapatkan Si Anak? Nah, simak uraian dari Popmama.com berikut ini.

1. Latihan tanggung jawab

Apakah anda pernah atau sudah terbiasa memberikan tugas kepada anak di rumah? Kalau belum, mulai sekarang anda bisa memberikan tugas rumah yang mudah dan bisa dikerjakan Si Anak.

Apabila Si Anak bisa menyelesaikan dengan baik tugas yang anda berikan, misalnya, membantu membuang sampah dapur ke bak sampah, berarti ia bisa bertanggung jawab.

Sebaliknya, jika dia selalu menunda dan malas mengerjakan tugasnya, Mama bisa memberinya nasihat dan ajaklah Si Anak untuk latihan tanggung jawab. Rasa tanggung jawab ini penting bagi perkembangan mental anak ke depannya, Ma.

2. Kebiasaan saling membantu

Kebiasaan saling membantu bisa dipupuk sedari Si Anak mulai mengerti makna kebersamaan dan rasa mengasihi di antara anggota keluarga.

Sebenarnya, jika ABG telah tahu tugas yang harus dikerjakan di rumah, secara tidak langsung ia membantu meringankan beban pekerjaan pembantu rumah tangga dan Mama.

Sikap demikian harus terus diasah agar Si Anak peka terhadap sesama dan berguna terutama ketika menolong teman atau orang yang sedang dalam kesusahan.

3. Belajar mandiri dan percaya diri

Kemandirian dan kepercayaan diri anak adalah dua hal yang saling terkait erat. Berkat kemandirian bisa timbul rasa percaya diri bahwa ia sanggup menuntaskan tugas-tugasnya dengan baik.

Melalui pengalaman kemandirian ini, Si Anak percaya bahwa dirinya memiliki kemampuan, kekuatan, dan bisa bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan rumah. Kebiasaan seperti ini akan memudahkan anak ketika menemui masalah di luar rumah dan mencari solusinya.

4. Mencintai kebersihan

Secara tidak langsung, rutinitas menyelesaikan pekerjaan rumah akan membuat Si Anak mencintai kebersihan. Anda bisa menerapkan hal ini terutama di dalam kamar Si Anak. Ingatkanlah kepadanya untuk selalu membersihkan kamarnya, terutama sehabis belajar atau bermain.

Membiasakan anak untuk selalu menjaga kebersihan akan membuatnya peduli terhadap lingkungan sekitar. Dengan begitu, Si Anak akan terdorong untuk selalu melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk dirinya dan orang lain karena sudah terlatih di rumah.

5. Otak anak berkembang

Menurut buku The Well Balanced Child: Movement and Early Learning, pekerjaan anak yang melibatkan aktivitas tubuh ternyata bisa membantu perkembangan otak serta meningkatkan kecakapan menulis dan membaca.

Mengapa bisa begitu? Karena saat anak membantu menyelesaikan pekerjaan di rumah, proses perkembangan otak anak jadi lebih maksimal dibanding Si Anak tidak melakukan kegiatan apa pun di dalam rumah.

6. Meningkatkan rasa empati

Pembentukan rasa empati anak bisa Mama lakukan sendiri di rumah. Mengapa anda harus repot-repot membentuk rasa empati anak? Tentunya agar anak tidak menjadi pribadi yang egois.

Cara melatihnya tidak susah kok. Anda hanya perlu melibatkan Si Anak dalam pekerjaan tertentu di rumah. Misalnya, membersihkan rumah. Mengajak anak melakukan kegiatan yang positif, rasa empati anak akan tumbuh dan terasah dengan sendirinya.

7. Mempererat ikatan orangtua dan anak

Buatlah pekerjaan di rumah jadi menyenangkan. Jangan sampai Si Anak melakukan pekerjaannya setengah hati atau terpaksa. Sebisa mungkin ciptakanlah suasana yang riang dan gembira agar anak dengan tulus membantu pekerjaan anda.

Dengan perasaan yang tulus dalam pekerjaan rumah tangga itulah, ikatan antara anda kepada ABG akan terjalin dengan kuat.

Saling bekerja sama menyelesaikan pekerjaan rumah, selain membuat rumah lebih rapi dan bersih, juga dapat meningkatkan hubungan personal antara anak dan orangtuanya.

Jadi, mulai sekarang ajari yuk ABG mengerjakan tugas di rumah agar mendapatkan keuntungan yang positif bagi perkembangan dirinya. (Red)