Beranda Peristiwa Ini Loh Makna Kasih Sayang Orangtua Bagi Anak

Ini Loh Makna Kasih Sayang Orangtua Bagi Anak

42
0
Ilustrasi - foto istimewa kumparan.com

Mencurahkan kasih sayang penuh bagi anak adalah hal penting. Bukan hanya untuk mencukupi kebutuhan materi dan fisik saja, tapi Anda juga perlu memerhatikan kebutuhan emosional si kecil.

Kasih sayang erat kaitannya dengan hubungan positif dalam keluarga. Baik pada keluarga yang utuh atau single parent, kasih sayang tetap memiliki pengaruh besar bagi anak. Meski mungkin, pada single parent upaya yang diperlukan akan lebih besar agar si anak tidak kekurangan kasih sayang.

Namun yang pasti, kasih sayang yang cukup bisa menjadikan anak memiliki tumbuh kembang baik kini dan nanti.

Dr Rachel Andrew, seorang psikolog klinis dan penulis buku The Supermum Myth dilansir Their World dalam How Loving Family Can Give Young Children Tools for Adult Life mengatakan, jika hubungan keluarga sangat penting bagi perkembangan kognitif, bahasa, emosi, dan sosial anak.

“Terutama untuk anak usia nol hingga dua tahun,” ungkap Andrew dilansir kumparan.com.

Di samping itu, kasih sayang dalam keluarga juga bisa membantu mengatasi stres pada anak. Hal itu sesuai dengan hasil penelitian The Suomen Akatemia (Academy of Finland) yang mengatakan jika anak yang mendapat kasih sayang cukup cenderung lebih bisa mengelola emosi dengan stabil.

Ada beragam cara yang orang tua bisa lakukan untuk menunjukkan kasih sayangnya kepada anak. Mulai dari menjaga nutrisi sehat si kecil, memberi perhatian, hingga aktivitas sederhana seperti mengajak anak bermain bersama.

“Melalui tindakan dan hubungan positif pertama inilah anak-anak belajar bahwa orang lain mencintai dan peduli pada mereka, hingga pada gilirannya anak merasa dapat dicintai,” lanjut Andrew.

Begitu sebaliknya, kasih sayang yang kurang pada anak bisa berdampak negatif.

Apalagi, jika itu terjadi di lima tahun pertama anak, yang 90 persen perkembangan otaknya dipengaruhi oleh pola pengasuhan. Kurang kasih sayang pada anak berupa pengabaian dan ketidakpedulian orang tua, bisa meningkatkan risiko terjadinya kekerasan fisik, emosional, hingga seksual yang dapat menghancurkan kehidupan anak kelak.

“Jika itu terjadi pada anak usia nol hingga lima tahun, bisa jadi kerusakan sulit diperbaiki hingga ia dewasa,” imbuh Andrew. (Red)