Beranda Gaya Hidup Begini Cara yang Dapat Orangtua Lakukan saat Anak Hadapi Masalah

Begini Cara yang Dapat Orangtua Lakukan saat Anak Hadapi Masalah

52
0
Ilustrasi - foto istimewa kumparan.com

Ada anak yang mampu menghadapi permasalahnnya, ada juga anak yang tidak mampu hingga berujung pada depresi. Kehadiran orang tua sangat berarti pada masa ini untuk tetap mendukung dan membantu anak menyelesaikan masalahnya.

Bila ini terjadi pada anak Anda, jangan panik ataupun diam saja Moms. Bantu anak dengan mendampinginya. Bagaimana caranya?

Berikut seperti dirangkum kumparan.com untuk Anda panduan dari buku “Mendampingi Anak Ketika Bermasalah” yang diterbitkan oleh Kemendikbud:

1. Cari Waktu

Jangan pernah memaksa anak untuk bercerita apa yang sedang di alaminya, apabila ia enggan untuk bercerita. Carilah waktu yang tepat dan situasi yang nyaman untuk membicarakan masalah yang sedang dihadapinya.

2. Ajukan Pertanyaan

Ajukan pertanyaan terbuka kepada anak Anda, Moms. Pertanyaan tersebut bersifat umum. Contohnya “Ibu lihat kamu akhir-akhir ini kamu berubah. Apa yang sedang kamu rasakan, Sayang? Ada apa? Kamu sedang ada masalah?”

3. Yakinkan Rahasianya Aman di Tangan Orang Tua

Bila anak masih enggan bercerita, yakinkan bahwa Anda dan pasangan adalah orang yang paling tepat untuk diajak mendengarkan ceritanya. Yakinkan ia bahwa rahasianya aman di tangan Anda. Sampaikan padanya juga bahwa setiap orang pasti memilki masalah. Namun, bila ia tetap tidak mau bercerita. Alihkan percakapan, bicarakan hal lain.

4. Jadilah Pendengar Baik

Bila anak mau bercerita, dengarkan dengan baik, secara saksama, sambil menatapnya. Jangan memotong pembicaraan dan dengarkan hingga selesai. Jangan menyalahkannya. Terimalah perasaan anak dan dan ungkapkan kembali apa yang Anda dengar darinya setelah selesai bercerita.

5. Ajak Anak Mencari Jalan Keluar

Setelah mendengarkan masalah anak, coba ajak ia kembali mencari penyelesaian masalahnya dengan memunculkan berbagai cara pemecahan masalah dan akibatnya.

6. Percaya pada Anak

Jangan khawatir terhadap apa yang menjadi pilihan anak. Beri saja kepercayaan kepadanya untuk menentukan pilihan terhadap penyelesaian masalah yang sedang dihadapinya. Anda hanya perlu memantau, apakah pilihannya tersebut tepat atau tidak. (Red)