Beranda Peristiwa Teror Bom Berupa SMS Ancam Ledakkan Gerbong Kereta Merak-Rangkasbitung

Teror Bom Berupa SMS Ancam Ledakkan Gerbong Kereta Merak-Rangkasbitung

131
0
Petugas Gegana bersiaga di Stasiun Cilegon dan melakukan penyisiran di Gerbong Kereta tujuan Merak-Rangkasbitung - Foto Usman Temposo

CILEGON – Stasiun Cilegon mendadak mendapatkan pengamanan ketat dari Tim Gegana Polda Banten. Ini setelah stasiun yang berada di Kecamatan Jombang itu mendapatkan aksi teror.

Tim Gegana tampak melakukan penyisiran di lokasi stasiun dan Gerbong Kereta tujuan Merak-Rangkasbitung.

Petugas Gegana yang dilengkapi senjata laras panjang juga tampak bersiaga di lokasi stasiun untuk mencegah hal yang tak diinginkan.

Menurut informasi yang didapat teror dilayangkan melalui SMS kepada petugas kereta.

Mendapati informasi tersebut petugas kereta melaporkan aksi teror tersebut ke petugas Polres Cilegon. Kemudian Polres Cilegon langsung berkoordinasi dengan Tim Gegana Polda Banten.

Selama melakukan penyisiran, penumpang yang berada di dalam gerbong kereta diturunkan terlebih dahulu demi keamanan.

Sekitar 30 menit melakukan penyisiran, penumpang kembali naik ke dalam Gerbong Kereta dan kemudian diberangkatkan menuju tujuan akhir stasiun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Kepala Detasemen Gegana Satbrimob Polda Banten AKBP Indra Yanitra Irawan mengatakan, setelah dilakukan penyisiran pihaknya tidak menemukan adanya bom di lokasi Stasiun Cilegon dan Gerbong Kereta tujuan Merak-Rangkasbitung.

“Kita tadi turunkan dua unit petugas. Demi keamanan masyarakat kita melakukan aksi cepat apapun itu bentuk aksi terornya,” terangnya, Jumat (1/6/2018).

Kepala Stasiun Cilegon, Muhammad Azizi menceritakan peristiwa teros terjadi sekitar pukul 16.00 WIB yang ditujukan kepada kondektur Kereta Api Nomor 469.

“Kondektur KA 469 bahwa ada ancaman melalui sms, kami selaku pegawai stasiun langsung menghubungi Polres terdekat, kemudian Polres Cilegon menghubungi Gegana Polda Banten,” terangnya.

Setelah dilakukan penyisiran, dia mengaku lega karena tidak ditemukan adanya bom.

“Alhamdulillah setelah dilakukan penyisiran tidak terjadi apapun dan tidak ditemukan bom, hanya sebatas teror saja. Namun demikian demi keamanam dan memberikan rasa kenyamanan penumpang kami lapor kepada petugas,” terangnya.

Saat ini kasus teror tersebut telah ditangani Polres Cilegon untuk dilakukan penyelidikan.

“Saat ini HP Kondektur ditahan Polres Cilegon untuk diselidiki. Kata-kata SMS-nya saya kurang hapal, namun yang pasti disitu ada ancaman bom. Gerbong kereta yang mau diledakan,” ucapnya. (Man/Red)