Beranda Sosial dan Budaya Mengantar Impian Para Yatim Piatu

Mengantar Impian Para Yatim Piatu

143
0

SERANG – Anak yatim dan piatu bagi Martono (40) adalah “titipan” yang harus ia jaga sekuat tenaga. Di tiap pasang mata bening mereka, pria yang akrab disapa Pak Mar tersebut menemukan hari depan dan impian yang harus diantarkan oleh orang-orang sepertinya.

Meski terkadang sebagai manusia biasa ia merasa kesal dengan kenakalan anak-anak, ia sadar hal itu hanyalah “cobaan” menjaga anak-anak tanpa orangtua tersebut tumbuh besar dalam naungan kasih sayang.

Amanat sebagai Ketua Yayasan Panti Asuhan Yatim Piatu Baiturrahman yang terletak di Desa Sukadalem, Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, ia embannya sejak delapan tahun silam. Sebelumnya, pendiri yayasan yakni Haji Hamid menampung anak yatim dan piatu di bangunan lama.

Saat itu, tahun 2000 silam, Haji Hamid mendirikan yayasan di sebidang tanah yang menempati lahan negara. Oleh orang-orang yang merasa peduli kemudian pihak yayasan diminta mencari lahan untuk membangun panti asuhan.

Yayasan yang kini menempati luas lahan 4.200 meter persegi dan luas bangunan seluas 2.200 meter persegi termasuk kantor menampung 60 anak yatim dan piatu dari berbagai daerah di Banten dan luar Banten. Mulai dari balita hingga mahasiswa yang sedang berjuang menempuh pendidikan di bangku kuliah. “Mereka rata-rata dititipkan keluarganya ke sini,” kata pria yang akrab disapa Pak Mar tersebut.

Martono mengaku sangat bahagia bisa membantu membesarkan anak-anak tanpa orangtua. Meski tantangan untuk itu tidaklah sedikit, ia yakin bahwa Tuhan pemurah telah memberikan rejeki melalui uluran tangan hamba-Nya.

Pria asal Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang itu menuturkan pada tahun 2007 silam ada empat bayi yatim dan piatu dititipkan ke yayasan. “Mungkin usianya baru beberapa minggu (kelahiran),” kenang Mar.

Saat itu ia mengaku sempat kewalahan karena belum ada relawan yang bisa menangani bayi. Namun berkat kebaikan hati warga sekitar, akhirnya empat bayi tersebut mendapat perawatan hingga kini duduk di sekolah dasar.

“Bagaimana pun mereka harus sekolah. Kami menanggung semua kebutuhan mereka. Mulai SPP dan sebagainya. Alhamdulillah ada satu orang yang kini kuliah di Untirta mendapatkan beasiswa,” ujarnya.

Dari panti asuhan tersebut, lanjut Pak Mar, sudah banyak yang bekerja dan empat orang menamatkan pendidikan S-1. “Mereka walau kerja di Jakarta dan Tangerang kadang masih sering ke sini. Menyempatkan untuk melihat adik-adik mereka untuk berbagi rasa,” kata Mar dengan tatapan berkaca-kaca. (you/red)