KAB. SERANG — Dua pekerja proyek pembangunan Jembatan Piano di Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, mengalami kecelakaan kerja. Insiden saat pengerjaan penopang dan kerangka jembatan itu membuat para pekerja mengalami luka dan membutuhkan penanganan medis.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, memastikan seluruh korban telah mendapat penanganan. DPUPR Banten bersama pihak kontraktor juga menanggung biaya pengobatan para pekerja.
“Kedua korban sudah ditangani dan biaya pengobatannya ditanggung PUPR, bahkan oleh kontraktor juga,” kata Arlan saat dihubungi, Senin (24/8/2026).
Arlan menegaskan, proyek pembangunan Jembatan Piano kini kembali berjalan setelah pihak terkait menangani para korban dan mengevaluasi insiden tersebut.
“Sekarang pekerjaan proyek berlanjut kembali,” ujarnya.
Berdasarkan informasi, insiden terjadi pada Jumat, 7 Agustus 2026 sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, para pekerja tengah memasang kerangka dan penopang tiang jembatan.
Kerangka jembatan tiba-tiba bergeser dan tergelincir. Sejumlah pekerja ikut terseret lalu terjatuh.
Informasi awal dari pelaksana proyek menyebut dua pekerja mengalami luka dan mendapat perawatan medis.
Pelaksana proyek dari CV Kopi Pait, Deni, membenarkan kecelakaan tersebut. Ia menyebut dua pekerja mengalami luka dan langsung mendapat penanganan.
“Korban ada dua, tapi luka ringan. Keduanya langsung dibawa untuk mendapatkan pengobatan,” kata Deni.
Menurut Deni, insiden bermula ketika penopang kerangka jembatan telah terpasang dan pekerja menaikkannya. Tanah di tepi sungai kemudian bergerak hingga memicu pergeseran konstruksi.
“Pancang sudah terpasang, kemudian tanah di pinggir sungai bergerak sehingga terjadi insiden,” ujarnya.
Pihak proyek sempat menghentikan pekerjaan untuk mengevaluasi metode konstruksi dan mencegah kecelakaan serupa. Evaluasi tersebut juga melibatkan tim terkait dan pihak DPUPR.
“Kami evaluasi metode pekerjaan supaya kejadian tidak terulang kembali,” katanya.
Kepala Puskesmas Carenang, Yeni, juga membenarkan petugas menangani dua korban kecelakaan proyek Jembatan Piano. Kedua pekerja datang ke puskesmas pada sore hari setelah insiden.
Menurut Yeni, satu korban mengalami pergeseran pada bagian pergelangan tangan dan kaki. Korban lainnya mengalami luka di paha kanan hingga kesulitan berdiri.
Petugas Puskesmas Carenang memberikan penanganan awal, termasuk menjahit luka. Tim medis kemudian menyarankan kedua korban menjalani pemeriksaan rontgen di rumah sakit untuk memastikan kondisi tulang dan bagian dalam tubuh.
Namun, kedua korban memilih tidak melanjutkan pemeriksaan ke rumah sakit dan memutuskan menjalani pengobatan alternatif.
“Pasien membutuhkan rontgen untuk memastikan apakah ada patah tulang atau masalah pada bagian dalam. Kami sudah menyarankan ke rumah sakit, tetapi keduanya memilih berobat sendiri ke pengobatan patah tulang,” kata Yeni.
Penulis : Audindra/Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah
