Beranda Peristiwa 2 Kapal Penyeberangan di Selat Sunda Tabrakan, ABK Hilang Jatuh ke Laut

2 Kapal Penyeberangan di Selat Sunda Tabrakan, ABK Hilang Jatuh ke Laut

1553
0
KMP Windu Karsa Dwitya saat evakuasi penumpang di Pelabuhan Merak pasca Tubrukan - (Foto Usman Temposo/BantenNews.co.id)

CILGON – Kapal Motor Penumpang (KMP) Windu Karsa Dwitya bertabrakan dengan KMP Virgo 18 di jalur penyeberangan perlintasan Merak-Bakauheuni, Senin (22/4/2019).

Akibat tabrakan ini satu orang Awak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor Penumpang (KMP) Windu Karsa Dwitya bernama Endang Roch Basuki terjatuh ke laut dan belum diketemukan. Selain itu satu orang penumpang juga diketahui mengalami luka-luka.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Banten Zaenal Arifin mengatakan kronologis tubrukan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Sebelum kejadian KMP Windu Karsa Dwitya berangkat dari Dermaga satu Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheuni, Lampung.

Sedangkan KMP Virgo 18 dari arah sebaliknya yakni berangkat dari Pelabuhan Bakauheuni menuju Pelabuhan Merak.

Belum diketahui mengapa kedua kapal tersebut bisa terjadi tubrukan. Saat ini masih dalam penyelidikan. Sebab pada awal mendapatkan informasi pihaknya hanya mendapatkan laporan ada ABK yang terjatuh. Namun ternyata setelah dicek terjadi tubrukan kapal.

“Lokasi tubrukan jaraknya terjadi di sekitar 1,5 mil dari Pelabuhan Merak,” ujarnya ditemui di Pelabuhan Merak disela evakuasi kendaraan dan penumpang di Dermaga I.

Dia menuturkan bahwa dugaan sementara ABK yang terjatuh ke laut akibat terpental ketika terjadi tubrukan.

“Mualim satu terjatuh ini kita menduga ketika terjadi benturan korban terjatuh dan mungkin tidak bisa berenang. Saat ini masih kita cari. Kemudian ada satu orang luka-luka seorang penumpang kendaraan, bukan pejalan kaki,” jelasnya.

Akibat tubrukan tersebut, lanjutnya, KMP Windu Karsa Dwitya terpaksa ditarik kembali ke Pelabuhan Merak dan dilakukan pengecekan kerusakan kapal.

“Karena dikhawatirkan ada kerusakan. Karena yang namanya akibat tubrukan kita khawatir ada kebocoran. Sehingga terpaksa kita evakuasi keseluruhannnya,” jelasnya. (Man/Red)