Beranda Pemerintahan 199 PMI Asal Lebak Bekerja di Wilayah Konflik Timur Tengah, DPRD Pastikan...

199 PMI Asal Lebak Bekerja di Wilayah Konflik Timur Tengah, DPRD Pastikan Pemantauan Keselamatan

Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Juwita Wulandari.

LEBAK – Sebanyak 351 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Lebak tercatat bekerja di sejumlah negara di Timur Tengah. Dari jumlah tersebut, sekitar 199 orang berada di Arab Saudi dan berpotensi terdampak situasi konflik di kawasan tersebut.

Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Juwita Wulandari, meminta para PMI yang berada di wilayah terdampak konflik untuk tetap tenang serta mengutamakan keselamatan diri.

Juwita mengungkapkan bahwa DPRD Lebak telah menerima informasi awal dari dinas terkait mengenai perkembangan kondisi para PMI tersebut.

“Kami DPRD Lebak sudah mendapatkan laporan dari dinas terkait mengenai perkembangan dan situasi para PMI. Namun laporan tersebut belum secara resmi disampaikan ke DPRD Kabupaten Lebak. Meski demikian, kami memastikan akan terus melakukan pemantauan serta pengawasan,” kata Juwita kepada awak media, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, keselamatan warga menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, para PMI diminta untuk segera mencari tempat yang aman dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah.

“Para PMI diminta tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat Kabupaten Lebak untuk turut mendoakan keselamatan para PMI yang saat ini berada di wilayah konflik.

“Mari kita doakan agar para Pekerja Migran Indonesia diberikan kesehatan serta selalu dalam keadaan aman dan terlindungi,” ucapnya.

Penulis: Sandi Sudrajat
Editor: Usman Temposo