Beranda Pemerintahan 19,6 Persen Jalan di Pandeglang Rusak Berat

19,6 Persen Jalan di Pandeglang Rusak Berat

540
0
Junaedi Warga Kampung Leuwi Buled RT 003 RW 003, Desa Leuwi Balang Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang kembali harus ditandu menuju Puskesmas Cikeusik karena jalan rusak

PANDEGLANG – Sekitar 140 kilometer dari 691,66 kilometer jalan atau 19,6 persen jalan yang ada di Kabupaten Pandeglang dalam keadaan rusak berat, bahkan angka itu kemungkinan bisa bertambah.

Kepala Seksi Jalan Dinas PUPR Pandeglang Zaenal Guru menyatakan, 140 kilometer jalan rusak berat itu merupakan data tahun 2018. Jika disandingkan dengan data terbaru, maka diperkirakan akan lebih besar karena ada beberapa ruas panjang riil di lapangan tidak sama dengan yang tercantum di Surat Keputusan (SK).

“Namun (jalan rusak) itu berdasarkan SK tahun 2008. Jika disandingkan dengan data terbaru, maka diperkirakan akan lebih besar karena ada beberapa ruas panjang riil di lapangan tidak sama dengan yang tercantum di SK,” kata Zaenal, Jumat (28/6/2019).

Kata Zaenal, dalam beberapa tahun terakhir anggaran untuk pembangunan jalan dikurangi imbas dari rasionalisasi, bukan hanya dari APBD, namun juga Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemprov Banten juga mengalami penurunan sehingga berimbas pada pembangunan.

Kendati demikian Zaenal menjabarkan, realisasi target pembangunan jalan yang tercatum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2016-2021, diklaim sudah tercapai.

Rinciannya adalah tahun 2016, DPUPR membangun hampir 76,97 kilometer. Tahun 2017, dibangun jalan sepanjang sekitar 78,92 kilometer. Lalu ditahun 2018, terealisasi 48,17 kilometer. Dan tahun ini direncanakan kembali pembangunan jalan sepanjang 30 kilometer.

“Dalam RPJMD, DPUPR mempunyai tugas untuk membangun 200 kilometer jalan selama 5 tahun dengan sasaran 40 kilometer setiap tahun. Jika ditotal, sampai tahun 2019 saja, total panjang jalan yang terbangun mencapai 232 kilometer, melebihi target yang ditetapkan. Artinya sampai saat ini target RPJMD sudah tercapai,” ujarnya. (Med/Red)