Beranda Hukum Kepala DKP Kabupaten Serang Bungkam Soal Kasus Penipuan Petani Garam

Kepala DKP Kabupaten Serang Bungkam Soal Kasus Penipuan Petani Garam

Amrullah, korban penipuan. (Wahyu/bantennews)

SERANG – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Serang Budi Mulyono memilih bungkam atas kasus dugaan penipuan petani garam asal Domas, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten. Budi tidak merespons panggilan dan pesan singkat wartawan.

Kasus ini sendiri bermula saat Budi memperkenalkan oknum Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI bernama Ani pada 3 Agustus 2018 lalu. Dari pertemuan itu Budi menyarankan agar korban Amrullah dan petani garam lainnya berkoordinasi dengan Ani.

“Setelah itu Pak Budi Kepala Dinas Kelautan Serang datang lagi 3 Agustus 2018 dengan membawa oknum KKP Bu Ani yang mengaku sebagai bagian permodalan di wilayah Serang,” katanya kepada wartawan di Mapolres Serang, Senin (26/11/2018) kemarin.

Setelah mengenal Ani, Amrul lalu komunikasi dengan Ani melalui telepon yang didapat dari Kadis Kelautan Serang. “Memang Pak Budi hanya menjembatani aja. Saya kenal dari beliau,” katanya.

Kemudian Ani merekomendasikan para petani ke Rojak alias haji Fadil yang mengaku sebagai pegawai KKP. Setelah berkenalan dengan Rojak muncul kesepakatan hasil garam petani akan dibeli oleh Rojak atas rekomendasi Ani.

Rojak membeli garam dengan harga Rp. 2.200 per killogram. Keduanya sepakat pembayaran akan dilakukan setiap 20 ton pengiriman.

“Yang sudah dibawa 248 ton kalau dirupiahkan 546 juta tapi sampai saat ini belum dibayarkan ke kami. kami dirugikan pada waktu panen harusnya kami sudah bisa menikmati. Namun saat ini tidak bisa beroprasi,” katanya.

Amrul dan para petani garam pun tidak merasa curiga karena dikenalkan oleh pejabat. Kini kasus ini pun sudah dilaporkan ke Polres Serang. “Total cuma ada pembayaran operasional transportasi saja sekitar 16 juta,” katanya.

Ia menyampaikan, sempat masalah ini akan diselesaikan dengan kekuargaa, namun tidak ada itikad baik dari terlapor. “Pernah ketemu di Ciruas, kita bawa ke Polsek Ciruas tapi dia malah melaporkan kami kasus pengeroyokan,” katanya. (You/Red)