Beranda Kesehatan Sejak Kenal JKN-KIS, Penderita Gagal Ginjal Ini Tak Lagi Berobat Alternatif

Sejak Kenal JKN-KIS, Penderita Gagal Ginjal Ini Tak Lagi Berobat Alternatif

Agustinus Sujatmoko, penerima manfaat JKN-KIS. (Ade/bantennews)

 

SERANG– Agustinus Sujatmoko (45), warga Perumahan Cikande Permai Blok A5 Nomor 5, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, merupakan pasien gagal ginjal di salah satu rumah sakit swasta Kota Serang. Bapak dua anak ini terpaksa harus sering bolak-balik ke rumah sakit untuk melakukan cuci darah.

Sejak divonis sakit gagal ginjal stadium empat pada 2008, kehidupan bapak yang bekerja di perusahaan swasta ini berubah 180 derajat. Ia tak menduga bakal kena penyakit yang menyerang salah satu organ vital di dalam badannya.
“Sangat syok, saat saya tahu terkena gagal ginjal ini, karena penyakit ini momok bagi saya, kemudian untuk melakukan pengobatan juga biayanya besar. Jadi sangat berat bagi saya menderita penyakit ini,” ujarnya, Senin (26/11/2018).

Dikatakan Agus, sebelum memutuskan untuk melakukan cuci darah di rumah sakit. Ia pergi berobat ke luar daerah untuk berobat alternatif. Sebab ia takut dan meyakini penyakit yang dideritanya bisa sembuh tanpa harus cuci darah.
Namun akibat kelelahan berobat alternatif, ia jatuh sakit dan terpaksa dilarikan ke IGD di RSUD Dradjat Prawiranegara. “Saya enggak berani cuci darah karena biayanya besar, sebab saat itu belum ada program jaminan kesehatan dari Pemerintah seperti saat ini. Sementara perusahaan tidak sepenuhnya untuk membiayai pengobatan saya,” ujarnya.
Maka dari itu, ia banyak berterima kasih pada

program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang sudah banyak membantu administrasi pengobatannya. Ia berharap program BPJS kesehatan terus berlanjut dan bersinergis dengan program pemerintah daerah.
“Program BPJS ini sangat membantu, karena saya menyadari manfaatnya begitu besar. Saya lebih baik bayar BPJS Kesehatan terus menerus asalkan saya enggak kena sakit. Jadi saya berterima kasih juga pada para peserta yang rajin bayar tapi belum menggunakan pelayanan program JKN-KIS,tambahnya.

Sampai dengan 1 November 2018, secara nasional 205.071.003 jiwa penduduk telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Untuk memberikan layanan kepada para peserta JKN-KIS tersebut, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 27.105 Fasilitas Kesehatan yang terdiri dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut, Apotek PRB dan Optik. (Dhe/Red)