
SERANG– Pemerintah Provinsi Banten melantik 16 pejabat fungsional dan mengangkat lima calon pegawai negeri sipil (CPNS) menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Pelantikan tersebut diklaim sebagai bagian dari pengisian dan penguatan jabatan fungsional di sejumlah perangkat daerah.
Sekretaris Daerah Banten Deden Apriandhi Hartawan berharap pejabat yang mendapat promosi maupun CPNS yang baru diangkat menjadi PNS dapat meningkatkan kinerja dan pengabdian kepada masyarakat.
“Mudah mudahan dengan mendapatkan jabatan baru apalagi mereka promosi itu bisa meningkatkan semangat mereka etos kerja mereka dan pengabdian pada masyarakat Banten,” kata Deden usai pelantikan di Pendopo Gubernur Banten, Selasa (29/9/2026).
Sebanyak 16 pejabat fungsional yang dilantik tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah. Dua di antaranya, Khaerunnisa dan Linda Nurhayati, dilantik sebagai Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda pada Dinas Ketahanan Pangan.
Syam’un Nazaruddin Muis Radjab dilantik sebagai Penyelidik Bumi Ahli Pertama pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral. Sementara Endang Kusnadi dan Dino Pramono masing-masing dilantik sebagai Pranata Komputer Ahli Pertama pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian.
Ikram Wahdi Putra dan Ahmad Hadi Setiawan dilantik sebagai Analis SDM Aparatur Ahli Pertama. Ikram bertugas di Biro Organisasi Sekretariat Daerah Banten, sedangkan Ahmad di Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Lima pejabat dilantik sebagai Analis Kebencanaan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Mereka adalah Kusnadi, Sri Wahyunita, Dede Asep Bagdiana, Asep Saefudin, dan Yandri Arisandi.
Di Dinas Kesehatan, Nurul Rahmah Kusumaputri dilantik sebagai Perencana Ahli Muda dan Maemun Mawardi sebagai Administrator Kesehatan Ahli Muda.
Adapun Agus Prihatna dilantik sebagai Analis Kebijakan Ahli Muda pada Biro Hukum Sekretariat Daerah Banten. Yudi Hartono dilantik sebagai Pengolah Data dan Informasi Tenaga Sanitasi Lingkungan Ahli Pertama pada UPTD Rumah Sakit Umum Daerah Malingping.
Deden mengatakan pelantikan tersebut diharapkan dapat memperkuat roda pemerintahan karena para pejabat yang dilantik mendapat amanah untuk menjalankan jabatan fungsionalnya.
“Harusnya begitu dengan adanya tenaga baru harapannya roda pemerintaha bisa lebih baik karena mereka kan orang yang mendapatkan amanah dipromosikan ke jabatan fungsional yang lebih tinggi sebelumnya,” ujarnya.
Di sisi lain, masih terdapat tiga jabatan definitif kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tingkat eselon II yang belum terisi. Ketiganya yakni Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Perhubungan, dan Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Banten masih diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt).
Deden belum memastikan kapan tiga jabatan tersebut akan diisi. Dia mengatakan Pemerintah Provinsi Banten masih akan berfokus pada pelaksanaan dan pertanggungjawaban APBD 2026 sebelum melakukan mutasi, rotasi, atau promosi.
“Entar dong satu-satu. Yang penting sekarang berjalan dulu APBD 2026 dan dipertanggungjawabkan dulu oleh masing masing kita semua baru setelah itu kita mutasi atau rotasi promosi sesuai arahan Pa Gubernur,” kata Deden.
Ketika ditanya apakah pengisian tiga jabatan tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026, Deden kembali belum memberikan kepastian.
“Ya kita lihat saya belum berani ngomong,” ujarnya.
Penulis: Audindra Kusuma
Editor: TB Ahmad Fauzi