
SERANG — Sebanyak 158 peserta dari lima agama menyampaikan pesan perdamaian dalam Harmony Speech Festival Berbasis Dalil Kitab Suci Lintas Agama Kota Serang 2026 di Gedung Negara Provinsi Banten, Rabu (19/8/2026).
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang menggelar festival tersebut dengan melibatkan peserta dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Mereka menyampaikan pidato dengan mengangkat pesan perdamaian dari kitab suci masing-masing.
Festival itu mempertemukan lima kelompok agama dalam satu panggung. Peserta membawa pesan persatuan sekaligus menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi masyarakat membangun kehidupan yang damai.
Ketua FKUB Kota Serang Matin Syarkowi mengatakan festival tersebut bertujuan mendekatkan umat dengan ajaran agamanya sekaligus melatih peserta menyampaikan pesan keagamaan yang menyejukkan.
“Tujuannya mendekatkan umat pada agamanya untuk tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Matin.
Menurut Matin, peserta tidak hanya berlatih berbicara di depan publik. Mereka juga mendalami nilai-nilai agama yang dapat memperkuat kerukunan antarumat.
Ia menegaskan agama tidak mengajarkan manusia untuk saling membunuh maupun mempertentangkan perbedaan.
“Sehingga mereka terlatih untuk menyampaikan pesan agama yang damai,” ujarnya.
FKUB Kota Serang berencana melanjutkan festival tersebut pada tahun depan dengan konsep yang lebih meriah.
Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi langkah FKUB Kota Serang dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Ia menilai keberagaman harus menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan, bukan sumber perpecahan.
“Kami mengapresiasi upaya yang dilakukan FKUB untuk terus menjaga kerukunan umat beragama, menjaga kekompakan sesama anak bangsa, dan meletakkan perbedaan sebagai kekuatan,” kata Andra.
Andra meminta masyarakat tidak berhenti pada seremoni. Ia ingin peserta dan masyarakat menerapkan pesan persatuan dalam kehidupan sehari-hari.
“Karena modal utama kita adalah persatuan,” ujarnya.
Wali Kota Serang Budi Rustandi menilai festival tersebut menunjukkan kolaborasi pemerintah daerah dan FKUB dalam menjaga Kota Serang tetap aman dan kondusif.
“Ini adalah bukti nyata Pemerintah Kota Serang menyatukan berbagai umat beragama dalam rangka persatuan dan kesatuan,” kata Budi.
Menurut Budi, kerukunan juga mendukung pembangunan daerah. Kota yang aman dan kondusif, kata dia, dapat menarik investor sekaligus wisatawan.
“Kita satukan agar Kota Serang ini menjadi kota yang damai, yang kondusif agar banyak investasi masuk Kota Serang dan banyak wisatawan masuk Kota Serang,” ujarnya.
Budi menegaskan semangat tersebut sejalan dengan Bhinneka Tunggal Ika. Ia mengajak masyarakat menjadikan perbedaan agama, suku, ras, dan budaya sebagai kekuatan dalam membangun Kota Serang.
“Kita adalah Bhinneka Tunggal Ika dan tidak boleh ada perbedaan ras, suku, budaya ataupun agama. Kita satukan ini,” ujarnya.
Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd