Beranda Pemerintahan 147 KK di Keranggan Tangsel Terdampak Kekeringan, Pemkot Siapkan Sumur Air Dalam

147 KK di Keranggan Tangsel Terdampak Kekeringan, Pemkot Siapkan Sumur Air Dalam

Warga Setu, mengantre air bersih yang dislaurkan BPBD Tangsel. (Istimewa)

TANGSEL – Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengungkapkan sebanyak 147 kepala keluarga (KK) di tujuh RT kini terdampak kekeringan akibat menyusutnya debit air sumur.

Pemkot Tangsel pun bergerak dengan menyalurkan puluhan ribu liter air bersih dan menyiapkan solusi jangka menengah berupa pembangunan sumur air dalam.

“Sebanyak 147 KK di tujuh RT di Kelurahan Keranggan sekarang terdampak kekeringan. Sampai kemarin kami sudah menyalurkan kurang lebih 50 ribu liter air bersih,” kata Benyamin, Selasa (21/7/2026).

Benyamin menegaskan, Pemkot Tangsel akan menambah pasokan air bersih jika kebutuhan warga terus meningkat selama musim kemarau.

“Kalau diperlukan, distribusi air bersih akan kami tambah,” ujarnya.

Selain bantuan darurat, Benyamin menyiapkan pembangunan sumur air dalam yang dilengkapi toren berkapasitas besar agar warga memiliki cadangan air saat musim kemarau.

“Saya ingin membangun sumur air dalam dengan toren besar seperti yang sudah kami bangun di Perumahan Pesona Serpong,” katanya.

Benyamin juga akan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui perkiraan durasi musim kemarau. Informasi tersebut akan menjadi dasar pemerintah menyusun langkah antisipasi berikutnya.

“Kami harus mengetahui musim kemarau ini berlangsung sampai kapan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Pemkot Tangsel juga akan berkoordinasi dengan pengelola Bendung Katulampa di Bogor untuk memantau penurunan debit air yang memengaruhi pasokan air baku Perumda Air Minum Kota Tangerang Selatan.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan Bendung Katulampa di Bogor untuk melihat kondisi debit air. Hal ini berpengaruh terhadap pasokan air bagi masyarakat Tangerang Selatan, khususnya Perumda Air Minum,” jelasnya.

Baca Juga :  Bermasalah, Dua BUMD Digilir Inspektorat Cilegon

Kekeringan mulai melanda Kelurahan Keranggan setelah curah hujan terus menurun dalam beberapa pekan terakhir. Debit air sumur warga menyusut drastis, bahkan sebagian sumur mengering. Kondisi itu membuat banyak warga bergantung pada bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Penulis : Ahmad Rizki
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd