Beranda Peristiwa 14 Ribu Penduduk di Kota Cilegon Masih Miskin

14 Ribu Penduduk di Kota Cilegon Masih Miskin

Suasana Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Kota Cilegon 2020 di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon, Kamis (24/1/2019).

 

CILEGON – Kemiskinan di Kota Cilegon masih terbilang tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2017 tingkat kemiskinan di Kota Industri berada pada angka 3,52 persen atau sekitar 14 ribu penduduk.

Demikian terungkap saat Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Kota Cilegon 2020 di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon, Kamis (24/1/2019).

Kepala Bappeda Kota Cilegon, Ati Marliati menyatakan bahwa bila dibandingkan dengan Kabupaten/Kota lain di Banten, jumlah kemiskinan Kota Cilegon merupakan wilayah kedua terendah setelah Kota Tangerang dengan tingkat kemiskinan 1,6 persen.

“Saat ini kemiskinan tidak lagi dipahami hanya sebatas ketidakmampuan ekonomi semata, tetapi juga kegagalan memenuhi hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi seseorang atau sekelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat. Hak-hak dasar yang diakui secara umum meliputi terpenuhi kebutuhan pangan, kesehatan, pekerjaan, perumahan, air bersih dan lainnya,” terangnya.

Namun demikian, kata Ati, seiring dengan berjalannya waktu dan banyaknya program pro rakyat yang digelontorkan Pemkot Cilegon, jumlah kemiskinan mengalami penurunan. Selain itu juga didukung dengan menurunnya jumlah kemiskinan di Provinsi Banten.

Dimana diketahui pada Maret 2018, persentase penduduk miskin di Banten mencapai 5,24 persen. Jika dibandingkan dengan persentase penduduk miskin pada September 2017 sebesar 5,59 persen, dalam kurun waktu enam bulan terjadi penurunan sebesar 0,35 poin. Persentase penduduk miskin baik di daerah perkotaan maupun perdesaan mengalami penurunan.

Persentase penduduk miskin di perkotaan turun dari 4,69 persen menjadi 4,38 persen. Sedangkan persentase penduduk miskin di perdesaan turun dari 7,81 persen pada September 2017 menjadi 7,33 persen pada Maret 2018. Sejalan dengan penurunan tingkat kemiskinan, jumlah penduduk miskin di Banten pada periode yang sama berkurang sebanyak 38,47 ribu orang dari 699,83 ribu orang pada September 2017 menjadi 661,36 ribu orang pada Maret 2018.

“Tentunya dengan kondisi perkembangan kemiskinan yang terjadi di Banten pada 2018 turut juga mencerminkan penurunan kemiskinan di Kota Cilegon. Hal tersebut juga diindikasikan juga dengan data penurunan kemiskinan di perkotaan dari 4,6 persen menjadi 4,38 persen dan juga trend series yang relatif serupa. Oleh Karena itu fenomena tersebut dapat menjadi gambaran mengenai potensi penurunan kemiskinan di Kota Cilegon sebelum angka resmi BPS dirilis,” paparnya.

Sementara itu dalam kebijakan pengentasan kemiskinan, pihaknya berpegang pada data by name by address yang dirilis Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) menggunakan definisi kemiskinan multi dimensi yang mengukur berbagai indikator terkait kelayakan hidup seseorang.

“Kemiskinan saat ini sangat luas seperti yang disebutkan tadi. Sehingga lebih dikenal dengan kemiskinan multi dimensi yang mengukur berbagai indikator terkait kelayakan hidup seseorang,” paparnya.

Sementara bila mengacu pada jumlah rumah tangga sasaran (RTS), lanjutnya, sampai desil 3 di Kota Cilegon sebesar 8.926 RTS.

“Data tersebut digunakan sebagai acuan menentukan sasaran program pro rakyat oleh Pemerintah Kota Cilegon yang bertujuan melindungi mereka dari kerentanan sosial serta membuka akses perekonomian agar dapat meningkatkan status kesejahteraannya,” imbuhnya. (Man/Red)