Beranda Hukum 11 Suporter yang Diamankan Polisi di Cilegon Dibebaskan, Tangis Orangtua Pecah

11 Suporter yang Diamankan Polisi di Cilegon Dibebaskan, Tangis Orangtua Pecah

206
0
Oknum suporter yang diamankan Polisi dikembalikan ke orangtua

CILEGON – Satreskrim Polres Cilegon tak melanjutkan proses hukum kepada sebanyak 11 suporter yang diamankan saat kericuhan pertandingan antara Cilegon United Football Club (CUFC) dan Perserang Kabupaten Serang.

Pihak kepolisian setempat memproses secara kekeluargaan kepada para oknum tersebut. Para suporter dari kedua kubu yakni Perserang dan CUFC itu dikembalikan ke orangtua masing-masing.

Mereka sepakat dan berjanji tak akan mengulangi perbuatan tercela tersebut dengan menandatangani surat perjanjian yang juga ditandatangani orangtua masing-masing.

Tangis pun pecah ketika pihak kepolisian meminta agar para oknum suporter tersebut meminta maaf kepada orangtua mereka.

Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Zamrul Aini mengatakan sebelumnya pihaknya mengamankan sebanyak 11 oknum suporter baik dari dalam stadion Krakatau Steel maupun di sepanjang jalan Protokol Kota Cilegon karena melakukan perusakan pada sejumlah toko.

“Pemilik toko yang dirusak sebenarnya menyayangkan, namun mereka tidak mau melapor dan memproses,” terangnya.

Kasat menjelaskan bahwa alasan tidak diproses hukum para oknum suporter tersebut karena memang unsur kemanusiaan.

“Mereka juga masih dibawah umur, jadi kita mengupayakan keadailan yang memulihkan semua pihak. Kita kembalikan ke keluarganya, sehingga keteraturan sosial dapat berjalan kembali,” terangnya.

Sementara terkait adanya dugaan oknum suporter yang diamankan dan diduga membawa narkoba dinyatakan negatif.

“Kemarin memang ada dugaan jenis tembakau gorila. Sudah dicek oleh Satnarkoba dan hasilnya negatif dan tidak terbukti,” imbuhnya.

Kasat mengimbau kepada para suporter agar peristiwa tersebut menjadi pembelajaran.

“Boleh nonton bola, tapi jangan pakai rusuh-rusuh segala,” tandasnya.

(Man/Red)