Beranda Kesehatan Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Anyer dan Cinangka Disemprot Disinfektan

Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Anyer dan Cinangka Disemprot Disinfektan

Petugas gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Serang menyemprotkan disinfektan ke sejumlah tempat wisata. (Nindia/Bantennews.co id)

KAB. SERANG – Kini sejumlah objek wisata di Anyer – Cinangka telah dibuka kembali. Pembukaan tempat wisata itu tentunya harus menggunakan protokol kesehatan yang ketat dan dengan pembatasan kapasitas pengunjung.

Sebagai persiapan dibukanya kembali objek wisata, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang selaku Satuan tugas (Satgas) Covid-19 bersama beberapa instansi terkait seperti Relawan Covid-19 dr Jack dan PT Karya Jaya Mandiri Megah Prakoso (Kajama) yang bergerak di bidang karoseri mobil pemadam kebakaran (damkar) melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah hotel dan pantai yang berada di Anyer – Cinangka.

Giat penyemprotan disinfektan dilakukan di Pantai Sambolo, Pantai Florida, Pantai Pasir Putih, Hotel Mandalika Anyer, Sanghyang Indah Spa Resort, Hotel Nuansa Bali Resort, serta Marbella Hotel, Convention dan Spa Anyer. Kegiatan tersebut menggunakan mobil penyemprotan disinfektan dan sebanyak 50 jeriken dengan ukuran 20 liter.

Kepala BPBD Kabupaten Serang, Nana Sukmana, mengatakan penyemprotan disinfektan ini sebagai langkah untuk mensterilkan area hotel dan pantai Anyer dari Covid-19.

“Satuan tugas Covid-19 atas restu ibu Bupati Serang, sekarang mencoba mendekontaminasi dengan membersihkan seluruh area pantai Anyer ini dari Covid-19. Sehingga wisatawan akan lebih nyaman, kita juga melakukan sosialisasi prokes seperti membagikan masker dan lainnya,” ujarnya di sela-sela giat penyemprotan disinfektan di Sanghyang Indah Spa Resort, Sabtu (22/5/2021).

Rukmana selaku Ketua Relawan Covid-19 dr Jack menyebutkan kegiatan yang dilakukan adalah upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di tempat wisata.

“Berbicara pandemi Covid-19 itu sebagai tanggungjawab bersama. Covid-19 itu bukan dijadikan suatu phobia (ketakutan) melainkan harus di mitigasi, dikendalikan agar bagaimana mata rantai penyebarannya terputus dengan tetap menjalankan prosedur prokes. Tadi 3M sekarang udah sampai 5M. Tetap menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan. Kami datang ke sini semangatnya untuk kemanusiaan,” ujarnya.

Sebelumnya, akibat lonjakan pengunjung di sejumlah objek wisata yang berada di Anyer – Cinangka saat libur Hari Raya Idul Fitri menyebabkan penutupan sementara pada seluruh tempat wisata yang berada di Anyer.

Namun, kini sejumlah objek wisata di Anyer – Cinangka itu dibuka kembali sesuai Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM).
(Nin/Red)